Bahasa “Aku” ? #1

Salah satu tujuan negosiasi adalah menghindari tindakan menyerang atau menyalahkan pihak lain.

Menggunakan bahasa “Aku” dapat membantu Anda mewujudkan tujuan ini. Bahasa aku merupakan suatu cara untuk mengekspresikan diri tanpa membuat pernyataan pernyataan yang membangkitkan kemarahan.

Saat seseorang melakukan sesuatu yang membuat Anda kesal atau marah dan Anda ingin orang tersebut tahu bagaimana perasaan Anda, daripada menuduh dengan pernyataan yang diawali kata “kau”, ekspresikan diri dengan pernyataan yang diawali kata “aku.”

Biarkan pihak lain tahu bagaimana Anda merasa terganggu dengan tindakan mereka dengan berbicara menggunakan kata ganti “aku” seperti misalnya “Aku merasa sangat terluka dengan kata katamu pagi ini, Roh.”

Bayangkan bahwa Ibu sangat marah kepada putrinya, Stephanie. Ia ingin Stephanie tahu bagaimana perasaannya. Perhatikan perbedaan antara cara cara berikut ini untuk mengekspresikan kemarahannya.

Pernyataan Ibu #1 :

“Stephanie, kau membuat Ibu gila ! Kau masih belum membersihkan kamarmu, sekalipun kau tahu bahwa kau harus melakukannya jika kau ingin keluar akhir minggu ini.

Kau ini jorok sekali. Dan kau lupa memberi makan Fluffy kemarin malam ! Kau sangat tidak bertanggung jawab dan egois.

Pernyataan Ibu #2 :

“Stephanie, Ibu benar benar frustrasi. Ibu tahu kau ingin pergi keluar akhir minggu ini, tetapi Ibu lihat kamarmu masih belum dibersihkan dan Ibu tahu tugas itu harus diselesaikan sebelum kau boleh pergi.

Ibu juga kesal karena kau lupa memberi makan Fluffy kemarin malam, sehingga ia kelaparan.

Marilah kita buat rencana untuk membereskan dua permasalahan ini.”

Dalam kedua pernyataan ini, Ibu mengungkapkan rasa frustrasinya kepada Stephanie. Perbedaannya adalah bahwa pada pernyataan pertama, ia menyerang Stephanie dengan kata kata kasar.

Mungkin memang itu yang dirasakan Ibu, tetapi pendekatan ini agaknya akan membuat Stephanie marah dan bersikap defensif, sekalipun ia sadar bahwa itu adalah kesalahannya.

Dalam pernyataan kedua, pernyataan pernyataan Ibu membuat pesan yang ia sampaikan bersifat pribadi dan demikian sulit untuk ditentang. Ibu juga menawarkan rencana baru pada Stephanie, sementara pada pernyataan pertama ia telah mengecap Stephanie sebagai pecundang.

Sumber : Dr. Neil I. Bernstein, Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, 2006.

Ingin cepat berubah ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s