Berlatih latih Dahulu, Bermudah mudah Kemudian ?

Kita pernah mengenal pepatah yang mengatakan “Berakit rakit kehulu, berenang renang ketepian. Bersakit sakit dahulu, bersenang senang kemudian.”

Melihat kenyataannya saat ini kiranya pepatah tsb. perlu direvisi. Mengapa demikian ?

Kalimat “Bersakit sakit dahulu” mengesankan, kita harus menderita dahulu bila ingin hidup kita dikemudian hari “senang”, padahal pada kenyataannya ada juga orang yang “bersenang senang” kemudian tanpa harus mengalami “bersakit sakit” dahulu misal orang yang sejak awal bekerja di bidang yang disukai.

Demikian pula ada orang yang pada awalnya “bersakit sakit” dahulu, dikemudian hari hidupnya juga tetap “susah” karena ybs. tidak memiliki akses ke pendidikan, ke pekerjaan dsb.

Jadi letak persoalannya bukan pada siapa yang mau “bersusah susah” dahulu yang akan menjadi pemenang, tetapi siapa yang mau “berlatih latih” dahulu lah yang akan menang. Mengapa demikian ?

Karena “susah” ada yang positif, ada juga yang negatif dan “senang” ada yang positif, ada juga yang negatif. Misal “bersabar” termasuk “susah” yang positif, tetapi “cemas” termasuk “susah” yang negatif, demikian pula “bersyukur” termasuk senang yang positif sedang “kecanduan” termasuk senang yang negatif.

Menariknya, terlepas dari apapun pilihannya, positif ataupun negatif, kedua duanya sama sama memerlukan “latihan”. Jadi bila sejak awal seseorang sudah memilih hal yang negatif sebagai jalan hidupnya, misal ingin jadi koruptor maka yang bersangkutan harus mulai berlatih korupsi dari nilai uang yang kecil lebih dahulu sehingga dikemudian hari kemampuan untuk korupsi dengan nilai yang besar akan menjadi lebih mudah. (Termasuk berlatih mematikan “nurani” dari rasa bersalah / berdosa…… he he he….. seperti psikopat dong).

Demikian pula seorang yang memilih hal yang positif sebagai jalan hidupnya, misal ingin menjadi seorang profesional, maka ybs. harus mulai berlatih bersikap profesional sejak awal sekolah, bekerja ataupun bersosial, sehingga dikemudian hari ybs. tumbuh menjadi seorang profesional dengan mudah. (baca : bayarannya gede …)

Jadi…. pepatah yang baru kira kira menjadi “Berlatih latih dahulu, Bermudah mudah kemudian.”

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

4 pemikiran pada “Berlatih latih Dahulu, Bermudah mudah Kemudian ?

  1. Latihan memang suatu keharusan, adanya training center bagi olahragawan, pelatihan untuk para teknisi, dan berbagai latihan agar menjadi terampil di bidangnya, budi pekerti juga perlu latihan, he..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s