PASANGAN yang INTIM ?

Wanita seringkali mengeluhkan ketidak mampuan atau kegagalan suaminya untuk menjadi pasangan yang intim. Itu berarti : suaminya tidak mendengarkan, tidak bercerita tentang perasaannya.

Sebagian besar pria menganggap bahwa keintiman adalah apa yang terjadi saat mereka melakukan hubungan seksual dengan istrinya dan tidak mengerti mengapa istrinya tidak mengenali apa keintiman seksual itu. “Mengapa saya harus menceritakan perasaan saya jika saya telah menunjukkannya ?” mungkin juga diungkapkan seorang pria.

Mengapa pria lebih sulit mengekspresikan perasaannya dan mendengar pasangannya dibandingkan wanita ? Anak laki laki jarang didorong untuk terbuka tentang perasaannya dibandingkan anak perempuan. Saat mereka tumbuh menjadi dewasa, mereka dihargai karena mampu menahan perasaannya, tidak menangis jika terluka atau tidak menunjukkan ketakutan walaupun sedang takut.

Jika seorang wanita menghibur kawannya yang sedang bersedih, ia mendengarkan perasaan yang diungkapkan dan memberikan tissue jika diperlukan. Seorang pria dalam situasi yang sama mengajak kawannya keluar, bukan mendengarkan, tetapi untuk membantunya melupakan dengan menghindari masalahnya sama sekali.

Setelah bertahun tahun menjalani sosialisasi seperti itu, pria masuk ke hubungan perkawinan dengan wanita yang menginginkan dirinya menunjukkan emosinya. Walaupun mereka belajar untuk mengekspresikan (atau tidak mengekspresikan) perasaannya dalam cara yang lain, pria dan wanita menginginkan keintiman yang lebih dalam, dalam perkawinan mereka.

Mereka mencari keeratan, kasih sayang dan perhatian mutual. Saat seks terjadi dalam hubungan perkawinan yang intim, suami dan istri merasa lebih puas secara psikologis dan emosional dibandingkan seks dalam hubungan keintiman yang lebih rendah.

Kadang kadang wanita juga mengalami masalah dengan keintiman. Mereka mungkin dibesarkan dalam keluarga dimana emosi harus ditekan, tidak diekspresikan.

Penghambat untuk keintiman bagi pria dan wanita adalah harapan yang tidak realistik, intoleransi, rasa takut akan keintiman, duplisitas.

Sumber : Joel D. Block, Ph.D., Secrets of Better Sex, 1997.

Ingin intim kembali? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s