Gaya Hidup Manja ?

Gaya hidup manja menjadi sumber utama penyebab sebagian besar neurosis.

Anak yang dimanja mempunyai minat sosial yang kecil dan tingkat aktifitas yang rendah. Mereka menikmati pemanjaan itu, berkeinginan kuat tetap dimanja, mengembangkan hubungan parasit dengan ibunya ke orang lain.

Mereka mengharap orang lain memperhatikan dirinya, melindunginya dan memuaskan semua keinginannya yang mementingkan diri sendiri. Ciri yang lain, sangat mudah putus asa, selalu ragu, sangat sensitif, tak sabaran, emosional khususnya dalam hal kecemasan.

Mereka menganggap orang lain itu ada untuk melayani dirinya, mengharap orang lain memanjakannya seperti yang dilakukan ibunya. Mereka melihat dunia dengan kacamata pribadi dan yakin bahwa mereka ditakdirkan menjadi nomor satu.

Anak yang dimanja tidak mendapat cinta yang lebih, tetapi justru kurang dicintai. Mereka terlalu dilindungi, dijaga, ditutupi dan dipisahkan dari tanggung jawab. Orang tuanya menunjukkan rasa tidak cintanya dengan mengerjakan terlalu banyak untuk mereka dan memperlakukan mereka layaknya mereka tidak mampu memecahkan masalahnya sendiri.

Anak yang dimanja juga merasa diabaikan. Anak yang biasa terlindungi ibunya akan merasa ketakutan kalau ibunya tidak ada. Setiap kali mereka harus menjaga diri sendiri, anak menjadi merasa diabaikan, diperlakukan secara salah.

Pengalaman seperti itu membuat anak yang dimanja semakin merasa inferior.

Sumber : Alwisol, Psikologi Kepribadian, hal. 98, 2004.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s