Lebih Cerdas dengan Bermusik Sejak Dini ?

Anak anak yang belajar instrumen musik sekurang kurangnya tiga tahun, lebih baik pada pengujian perbendaharaan kata non musik atau alasan non verbal, dibanding anak yang tidak mendapatkan pelatihan musik.

Temuan ini menambah daftar keajaiban musik. Riset sebelumnya menunjukkan bahwa nada dapat membangkitkan daya ingat, mengurangi stress dan meningkatkan performa atlit.

Periset membandingkan 41 anak usia antara 8 hingga 11 tahun yang pernah belajar piano atau instumen berdawai sekurang kurangnya tiga tahun, dengan 18 anak yang tidak pernah mendapatkan pelatihan instrumen musik.

Anak anak di kedua grup menghabiskan setengah jam di kelas musik setiap minggunya. Akan tetapi anak anak pengguna instrumen juga menghadiri pelajaran musik privat rata rata 45 menit setiap minggunya dan berlatih sendiri dirumahnya.

Pengujian menunjukkan, dalam hal perbedaan pendengaran dan kecekatan jari, nilai anak anak yang berlatih instrumen jauh lebih tinggi daripada teman lainnya yang tidak berlatih musik, keterampilan yang sangat dekat  dengan pelatihan musik.

Nilai perbendaharaan kata musisi muda 15 persen lebih tinggi dan nilai alasan nonverbal 11 persen lebih tinggi. Semakin lama anak anak berlatih musik, semakin tinggi nilainya.

Penelitian dilakukan oleh Gottfried Schlaug of Beth Israel Deaconess Medical Center dan Harvard Medical School dan psikolog Ellen Winner of Boston College dan Project Zero, Harvard Graduate Schoool of Education dan rekan. Temuan dipaparkan pada journal online PLoS ONE, terbitan 29 Oktober.

Walaupun hasil menunjukkan adanya hubungan antara pelatihan musik dan kemampuan berpikir, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui keterkaitan satu sama lainnya. “Bisa saja anak yang memiliki keterampilan yang lebih baik lebih mudah mengikuti pelatihan musik. “Dengan begitu jika saya adalah anak yang pintar saya lebih suka untuk mengikuti pelajaran musik. Ia menambahkan,”Tetapi bisa juga pelatihan musik tersebut meningkatkan kemampuan verbal dan non verbal saya.

Dalam studi lanjutan, Tim Winner mengikuti aktifitas pelajar mulai dari pelatihan musik hingga pengukuran kemampuan berpikir. Jika mereka menemukan hubungan sebab akibat diantara musik dan uji kecerdasan, dikatakan Winner hal tersebut merupakan hal yang wajar.

Sumber : LiveScience, Jeanna Bryner, 11 November 2008.

Ingin memprogram diri? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s