Pencarian Jati-diri Remaja ?

Pencarian jati-diri mencapai puncaknya pada fase adolesen (12-20 tahun).

Pada fase ini individu sibuk dengan dirinya sendiri, mencoba berbagai peran baru yang berhubungan dengan pelajaran, pertemanan, seks, keyakinan diri, fisafat hidup dan pekerjaan sambil terus berusaha menemukan identitas diri yang mantap.

Dilatar belakangi perkembangan psikoseksual pubertas berupa peningkatan aktifitas hormonal pada tahap kemasakan seksual berpeluang menimbulkan krisis / kekacauan identitas.

Timbul konflik antara perasaan ingin dihargai, diakui keberadaannya berupa penegasan atau penghapusan identifikasi pada masa kanak kanak dengan kegamangan dalam mengambil tanggung jawab atau resiko sebagai orang dewasa (baca : masih ingin hura hura).

Kekacauan identitas meliputi masalah masalah seperti terbaginya gambaran diri, ketidak mampuan membina persahabatan, kurang menghargai waktu, kurang konsentrasi, menolak standar keluarga ataupun masyarakat.

Ada lima ranah yang perlu di waspadai oleh para orang tua dalam mengikuti perkembangan anak remajanya meliputi :

  • problem pilihan pekerjaan
  • konflik dengan orang tua
  • keanggotaan kelompok sebaya
  • hubungan cinta remaja
  • penggunaan obat psikotropik.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s