Aku Bisa Apa ?

Aku Bisa !

Demikian teriakan yang pernah kita dengar di seminar ataupun talkshow di radio. Biasanya frasa tersebut diucapkan dengan hentakan penuh semangat, tangan mengepal, tubuh agak mengeras dan muka agak memerah. Sejenak timbul perasaan sangat gembira, optimis yang luar biasa seperti ekspresi yang ditunjukkan mentor.

Namun tidak jarang perasaan tersebut hanya bertahan beberapa hari saja, untuk kemudian kembali “loyo” persis kempesnya ban sepeda, karena karet pentilnya sobek. Selanjutnya muncul perasaan negatif yang jauh lebih berat dari sebelumnya disertai rasa gagal dan kecewa karena perasaan senang tidak bertahan lama.

Hal seperti ini sering menimbulkan ekspresi sinis dari pimpinan perusahaan dan mendorong HRD manajer berpikir ulang untuk mengirimkan karyawannya mengikuti pelatihan motivasi di kemudian hari, namun meniadakan sama sekali pelatihan tersebut sama halnya dengan membiarkan karyawan melakukan “trial and error” dalam menemukan potensi dirinya yang unik.

Yang harus diperbaiki adalah :
1. Apakah pelatihan tersebut memberikan alasan mengapa kita perlu berubah ?
2. Apakah pelatihan tersebut dilakukan pada waktu emas atau tidak ?
3. Apakah pelatihan tersebut mengajarkan tentang bagaimana bekerja dengan hati ?
4. Apakah pelatihan tersebut hanya menularkan keberhasilan si mentor (induksi) atau meng “install” ulang sikap dan perilaku “penting” dalam bekerja ?

Ingin pemrograman motivasi ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s