Fobia Gempa ?

Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang berpusat di kedalaman 30 kilometer di sebelah barat daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menimbulkan guncangan yang cukup besar hingga dapat dirasakan di hampir semua pulau Jawa, Bali dan Sumatra.

Meski berjarak 240 kilometer dari pusat gempa, goncangannya telah membuat ribuan orang yang berada di gedung gedung pencakar langit menjadi panik. Setidaknya ada 18 orang pingsan yang dirawat di RS Metropolitan Medical Centre karena mengalami kelelahan dan kecemasan akut saat turun dari tangga darurat (Kompas, 3 September 2009).

Guncangan keras tersebut berpotensi menimbulkan trauma yang mendalam bagi karyawan dan dikemudian hari dapat berubah menjadi fobia berkantor di lantai tinggi atau fobia gempa.

Fobia tersebut disebabkan oleh adanya keterlibatan (assosiasi) emosi individu dengan sumber stress (baca : guncangan gempa) disertai rasa takut dan situasi panik yang ditimbulkan sehingga mengakibatkan emosi ybs. terkunci.

Hal ini jika tidak di antisipasi oleh pihak perusahaan yang memiliki kantor di lantai tinggi, dalam jangka panjang dapat mempengaruhi produktifitas, karena enerji karyawannya jadi terkuras untuk menetralisir rasa takut saat berada di ketinggian setiap hari.

Adapun ciri ciri fobia berkantor di lantai tinggi antara lain enggan masuk kantor, ingin cepat pulang, mudah cemas, berdebar-debar, mudah menggigil, timbul sensasi bergoyang saat melihat ke bawah, menghindar penugasan kekantor berlantai tinggi dsb.

Ingin bebas fobia gempa ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s