Remaja Gelisah Tanpa Sebab ?

Sebagai seorang remaja, apakah saat ini adik adik merasa kurang percaya diri, tegang dihadapan orang lain, grogi, linglung, bawaannya lemas, mau muntah..kalau grogi…sulit berbicara, tidak konsentrasi, lemas, jantung berdebar-debar ?

Padahal dulunya adik adik penuh percaya diri, bercita cita tinggi, rajin, penuh semangat, aktif mengikuti kegiatan ekskul, menyenangi hal hal yang menantang seperti presentasi di depan orang banyak, pidato, teater, puisi.

Tapi entah kenapa sekarang justru suka menghindar, tidak bersemangat, berhadapan dengan guru saja gugup, selain itu setiap kali saat ulangan merasa gugup..tegang, tidak bisa berfikir, buyar semua materi yang sudah dipersiapkan, padahal sebelumnya sudah dikuasai.

Akibatnya adik adik jadi sering menangis, seperti beban mental, kayak orang stres, pendiam, murung, sering menyendiri, males sekolah.

Jika ya berarti adik-adik sedang mengalami gangguan kecemasan yang lazim dirasakan para remaja saat dalam proses pencarian identitas atau jati-diri dimana pada usia pancaroba tersebut terjadi antara lain :

  1. perubahan hormon seksual dan hormon pertumbuhan yang lagi aktif aktifnya
  2. ingin diakui keberadaan/eksistensi-nya, namun sekaligus gamang menghadapi tantangan baru
  3. peralihan dari dunia “bermain” ke dunia yang dalam beberapa hal mulai menuntut tanggung-jawab
  4. tidak memiliki cukup pengetahuan tentang keterampilan hidup (life skill) seperti :
    • bagaimana menetapkan sasaran, keinginan atau target
    • bagaimana membuat perencanaan atau menemukan cara
    • bagaimana harus bertindak
    • bagaimana bersikap jika hasil tidak sesuai keinginan
    • bagaimana mengatasi penolakan
    • bagaimana bekerja sama atau berkomunikasi dengan teman lain
    • dsb.

Solusi :

  1. Sadari bahwa semua perasaan negatif hanyalah “sinyal” tubuh yang sedang memberitau kita sedang berjalan ke arah yang salah. Untuk itu kenali nama “perasaan negatif” tersebut apakah berupa rasa takut, rasa marah, rasa iri, rasa bersalah dsb, lalu cari akar masalah dan kemudian pecahkan
  2. Adik adik tidak sedang gagal, melainkan belum menemukan “cara” yang tepat dalam mensikapi persoalan. Jika hasil belum sesuai dengan yang diinginkan, masuklah ke lorong sabar sambil “mengubah” cara. Ulangi terus sampai hasil yang diinginkan tercapai
  3. Saat hasil telah sesuai dengan keinginan, berterima kasihlah ke Tuhan dan ke diri sendiri karena sekalipun kecil dan tidak bermakna, ada jerih payah kalian yang harus di hargai
  4. Ikhlaskan  (atau mintalah bantuan Tuhan) atas hal hal yang berada di luar zona kendali seperti musibah, pikiran/penilaian orang lain (siapapun dia), omongan orang lain dsb. Berfokuslah hanya pada hal hal yang berada dalam zona kendali seperti bertanya, membuat pilihan positif, menambah teman, menambah keterampilan, menambah ilmu, menambah pengalaman dsb.
  5. Ber-terus teranglah ke orang tua, tanyakan kepada mereka atau orang dewasa yang berhasil (ingat : mereka dulu juga pernah remaja) tentang bagaimana mereka dapat melewati masa remaja secara menyenangkan
  6. Jika dirasa masih sulit,  bisa jadi emosi adik adik telah terkunci (fiksasi) akibat pola asuh yang keliru, pengalaman buruk di masa lalu, konflik nilai, atau masalah yang tidak selesai. Untuk itu dengan persetujuan orang tua, fikirkan kemungkinan meminta bantuan profesional.

Ingin bebas cemas? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s