Bunuh Diri ?

Gambar : Lukisan dari penyair romantis Inggris Thomas Chatterton, yang diyakini bunuh diri dengan arsenik pada tahun 1770.

Bunuh diri (Latin suicidium, dari sui caedere, untuk membunuh diri sendiri) adalah pembunuhan yang disengaja atas dirinya sendiri.

Penyebab paling umum yang mendasari adalah gangguan kejiwaan, meliputi depresi, skizofrenia, alkoholisme dan penyalahgunaan narkoba. [1] Dinegara berkembang, kesulitan keuangan atau situasi lain yang tidak diinginkan, memainkan peranan penting.

Di seluruh dunia terdapat sepuluh penyebab kematian dengan lebih dari satu juta orang melakukan bunuh diri, setiap tahunnya. Ini adalah salah satu penyebab utama kematian di kalangan remaja dan orang dewasa di bawah usia 35 tahun. [2] [3] Diperkirakan, terdapat kira-kira 10 hingga 20 juta usaha percobaan bunuh diri non-fatal setiap tahunnya di seluruh dunia. [4]

Jika ditilik, bunuh diri dipengaruhi oleh pandangan budaya eksistensial seperti agama, kehormatan, dan makna kehidupan. Pada agama-agama keturunan Ibrahim mempertimbangkan bunuh diri sebagai sebuah pelanggaran terhadap Allah karena keyakinan agama dalam kesucian hidup.

Di Barat hal tersebut sering dianggap sebagai kejahatan yang serius. Pandangan Jepang mengenai kehormatan dan agama menyebabkan seppuku, salah satu metode bunuh diri yang paling menyakitkan, dihormati sebagai sarana untuk menebus atas kesalahan atau kegagalan, sebagai bentuk protes selama era samurai.

Pada abad ke-20, bunuh diri dalam bentuk pengorbanan diri telah digunakan sebagai bentuk protes, dan dalam bentuk kamikaze dan bom bunuh diri sebagai taktik militer atau teroris. Sati adalah praktik pemakaman Hindu di mana para janda akan mengorbankan diri di tumpukan kayu bakar pemakaman suaminya, baik dengan sukarela, atau di bawah tekanan dari keluarga dan mertua. [5]

Bunuh diri yang dibantu secara medis  (euthanasia, atau hak untuk mati) saat ini merupakan isu etis yang kontroversial, yang melibatkan orang-orang yang sakit parah, yang sakit ekstrem dan / atau yang memiliki kualitas hidup minimal akibat luka atau penyakit.

Pengorbanan diri untuk orang lain biasanya tidak dianggap bunuh diri, karena sebagai tujuan untuk menyelamatkan orang lain, bukan untuk membunuh diri sendiri.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Suicide

Ingin menghilangkan keinginan bunuh-diri? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s