Bunuh Diri dari Tinjauan Budaya ?

09/12/2009

  

Artikel utama: Tinjauan budaya bunuh diri

Pada periode negara Perang dan zaman Edo Jepang, samurai yang kehormatannya dipermalukan, memilih untuk mengakhiri hidup mereka sendiri dengan seppuku, sebuah metode di mana samurai mengambil pedang dan menghunjamkannya ke perut, menyebabkan cedera yang fatal.

Luka biasanya dilakukan secara diagonal dari sudut atas tulisan tangan samurai, dan telah lama dianggap sebagai bentuk kematian yang terhormat (bahkan ketika dilakukan untuk menghukum hal yang dianggap memalukan).

Meskipun luka akan demikian fatal, secara teknis seppuku tidak selalu bunuh diri, sebagai asisten samurai (Kaishaku) yang biasanya berdiri, mempersingkat setiap penderitaan dengan pemberian cepat potongan yang fatal ke bagian belakang leher (pemenggalan kepala kecil), kadang-kadang begitu sayatan kecil pertama ke dalam perut itu dibuat.

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Suicide

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s