Kecurangan UN Di identifikasi ?

21/01/2010

  

Tulisan harian Kompas, Rabu, 20 Januari 2010, halaman 12 berjudul “Kecurangan Ujian Nasional Diidentifikasi”. 

Dalam upaya mencapai Ujian Nasional (UN) kredibel, Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan nasional ditugaskan untuk memetakan hasil UN dan kejujuran menurut sekolah, provinsi, kota/kabupaten.

Meminjam cara berpikir Lao Tsu, jika yang menjadi tujuan pendidikan adalah adanya KEJUJURAN di kalangan siswa, guru, pengawas ujian, orang tua murid maka cara yang paling mudah adalah dengan MENIADAKAN ujian nasional itu sendiri. Dijamin 100%, tidak akan ada kecurangan terhadap Ujian Nasional !

Padahal jika dikembalikan pada tujuan PENDIDIKAN ataupun PEMBELAJARAN maka yang menjadi tolok ukur sukses tidaknya suatu program dilaksanakan adalah :

1. Apakah suatu program memang betul betul diinginkan oleh sipelaku (baca: siswa) itu sendiri ? Dan jika program tersebut memang diinginkan, apakah siswa bersedia menginvestasikan waktu, tenaga, biaya dan pemikirannya secara sukarela ?  

2. Saat hasil yang yang diinginkan belum tercapai, apakah ybs. secara otomatis dapat mengambil pelajaran (hikmah) mengapa hal tersebut belum tercapai dan bersedia secara mandiri mengubah cara dan menemukan CARA lain melalui analisa, bertanya, browsing internet, training, dsb. agar tujuannya tercapai ? 

3. Jika hasil yang diinginkan tercapai, apakah ybs. secara otomatis mampu berterima kasih kepada dirinya sendiri sehingga menumbuhkan kesadaran bahwa IKHTIAR merupakan zona dalam kendali penuh ybs., demikian pula sudahkah ybs. berterima kasih kepada Allah Swt sehingga menumbuhkan kesadaran bahwa HASIL merupakan zona diluar kendali ybs. 

4. Jika hasil sudah tidak lagi mungkin diperbaiki / diubah, apakah ybs. secara otomatis bersedia mengikhlaskannya sehingga ybs. tidak menghabiskan banyak waktu, tenaga dan pikiran produktif untuk memikirkan hal hal yang berada diluar zona kendali dirinya dan tanpa harus menyalahkan dirinya.

Kiranya tepat yang disampaikan oleh Lao Tsu dalam kitab ajaran  Tao Teh Ching, ajaran #74 yang berbunyi ” hanya dengan “tanpa mengurus” (catatan tambahan : hal hal yang tidak perlu di urus) dapat diperoleh hati dunia.

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s