Hubungan Internet dan Depresi ?

03/02/2010

Orang yang menghabiskan banyak waktu berselancar di internet lebih cenderung menunjukkan tanda-tanda depresi, kata ilmuwan Inggris pada hari Rabu. Tetapi tidak jelas apakah internet yang menyebabkan depresi atau apakah orang depresi yang tertarik dengan hal itu.

Psikolog dari Leeds University menemukan, apa yang mereka katakan itu merupakan bukti yang  “mengejutkan” bahwa beberapa pengguna jaringan internet yang keranjingan, mengembangkan kebiasaan kompulsif di mana mereka menggantikan interaksi sosial kehidupan nyata dengan ruang chat online dan situs jaringan sosial.

“Penelitian ini memperkuat spekulasi publik bahwa selama-keterlibatan dalam situs Web yang berfungsi untuk menggantikan fungsi sosial yang normal, mungkin dapat dihubungkan dengan gangguan psikologis seperti depresi dan kecanduan,” demikian studi penulis utama, Catriona Morrison, menulis dalam jurnal psikopatologi.

“Jenis adiktif berselancar dapat memiliki dampak serius pada kesehatan mental.”

Dalam studi skala besar pertama untuk melihat masalah ini, terhadap orang-orang Barat muda,  para peneliti menganalisis hubungan penggunaan internet dan tingkat depresi 1.319 Briton berusia antara 16 dan 51. Mereka menyimpulkan, dari jumlah tersebut 1,2 persen adalah “kecanduan internet”.

“Pecandu internet” ini secara proporsional menghabiskan lebih banyak waktu untuk browsing website pemuas seksual, situs game online dan komunitas online, kata Morrison. Mereka juga memiliki insiden depresi sedang hingga berat yang lebih tinggi daripada pengguna biasa.

“Penggunaan internet yang berlebihan berhubungan dengan depresi, akan tetapi yang tidak kami ketahui adalah mana yang lebih dulu – orang yang mengalami depresi yang  tertarik pada internet atau internet yang menyebabkan depresi?,” Kata Morrison.

“Yang jelas adalah bahwa untuk subset kecil orang, penggunaan internet berlebihan, bisa menjadi sinyal peringatan bagi kecenderungan depresi.”

Sementara Morrison mencatat, bahwa angka 1,2 persen bagi mereka yang digolongkan sebagai “pecandu” kecil itu, lebih besar daripada kecanduan perjudian di Britania, yaitu sekitar 0,6 persen. (Dilaporkan oleh Kate Kelland. Editing oleh Paul Casciato).

Sumber : http://www.reuters.com/article/idUSTRE61200A20100203

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s