Bacalah !

Menurut pendapat saya pribadi di dalam Al Qur’an terdapat dua kelompok ayat yang seolah paradoks namun jika hikmahnya digali lebih dalam ternyata mampu membentuk struktur berfikir luar biasa.

Sebagai contoh dalam surat Al Alaq ayat 1 yang berbunyi : “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan”  dan juga ayat lain yang menganjurkan manusia untuk “berpikir” ataupun menyentil cara manusia berpikir dengan pertanyaan ” apakah kamu tidak berpikir ?” (3:65; 13:4; 2:164,219,220; 30:21; 35:37; 37:138,155; 38:43; 39:42; 40:54).

Di sisi lain terdapat pula ayat yang menganjurkan manusia untuk beriman pada hal yang gaib seperti pada surat Al Baqarah ayat 3 yang berbunyi “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” serta puluhan ayat lainnya.

Kedua kelompok ayat yang seolah bertentangan ini ternyata  menegaskan bahwa dalam keseluruhan ciptaan Allah Swt. (menurut tafsir pribadi penulis), terdapat hal hal yang kewenangan pengolahannya diserahkan sepenuhnya kepada manusia dan untuk alasan itu pulalah Allah Swt melengkapi manusia dengan perangkat “akal”. Sebagai contoh : musim kemarau bagi umat yang tidak memiliki ilmu “hujan buatan” bisa jadi merupakan musibah, namun bagi umat yang memiliki teknologi hujan buatan merupakan anugerah.

Dan secara bersamaan pula manusia diminta oleh Allah Swt. untuk mengikhlaskan dan meng”imani” hal hal yang berada di luar zona kendali dirinya serta hal hal yang belum mampu digapai oleh pikiran manusia (kemampuan analisanya belum “sampai”) namun tetap dalam koridor”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan”.

Mekanisme berfikir seperti inilah yang membuat manusia menjadi terus tumbuh tanpa perlu terjebak pada cara cara berfikir klenik, mistis, fatalis dsb. atau sebaliknya tanpa perlu menjadi sombong karena men “Tuhan” kan kemampuan berfikirnya.

Atau setidaknya, selama dalam proses menemukan jawaban persoalan kehidupannya, dengan menyerahkan hal hal yang berada diluar zona kendali dirinya kepada Allah Swt., manusia merasa tenang, karena merasa selalu dalam “pemeliharaan” Nya.

Ingin cepat berubah ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s