Pak Iman

03/03/2010

  

Pak Iman bukanlah siapa siapa, bukan anggota DPR yang terhormat dan bukan pula seorang konglomerat.

Beliau adalah sosok tua renta yang hampir setiap pagi lewat di depan rumah dan bekerja sebagai pemulung.

Sepintas tidak ada yang istimewa dari dirinya kecuali sapaan rutin pagi hari “Belum berangkat pak ?” serta teriakan “Hari Senin, hari Selasa, hari Rabu dsb. sesuai dengan hari yang sedang berlangsung.”

Awal ketertarikan kami sekeluarga, khususnya istri saya, justru jauh jauh hari sebelum mengetahui profesinya sebagai seorang pemulung saat ia sering jalan pagi sambil menggunakan kruk / penyangga karena salah satu kakinya patah.

Walau jalannya sangat lambat dan sambil terseok seok, namun semangat hidupnya terlihat sangat kuat dan tidak pernah meminta minta. Tidak jarang kami temui dirinya beberapa kilo jauhnya dari rumah kami.

Ternyata dugaan kami tidak keliru, karena banyak tetangga lain yang juga turut bersimpati kepadanya dengan memberikan sejumlah uang dan barang bekas, bahkan sampai sampai pembantu kami bersedia di”omeli” gara gara menumpuk barang bekas di teras rumah sebelum diberikan kepadanya.

Entah disengaja atau tidak, ternyata teriakan tentang “hari” yang selalu ia teriakkan, justru memudahkan kami serta tetangga dalam menandai kehadirannya sekaligus membantu mengingat hari bagi yang pelupa.

“Hari  Kamis……….. hari Kamis……….hari Kamis……….”

Ingin Cepat Berubah ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s