Trauma ?

Apakah suatu stimulus ekstrim dapat meninggalkan trauma mendalam atau tidak pada seseorang, tergantung dari seberapa “siap” ybs. saat harus terpapar dengan sumber stres.

Seperti pada peristiwa “jatuh” dari ketinggian, bagi seorang bungee jumping, jatuh dari ketinggian merupakan aktifitas yang paling menyenangkan, namun bagi seorang pengidap fobia ketinggian, jangankan sampai jatuh, berada diketinggian tertentu saja sudah cukup menimbulkan penderitaan yang hebat.

Yang membedakannya adalah, apakah sumber stres dikenali atau tidak dan apakah sumber stres diinginkan atau tidak ? Semakin sumber stres tidak dikenali dan tidak diinginkan maka potensi terjadinya trauma psikis semakin besar.

Itu sebabnya usia kanak kanak menjadi tahap yang sangat penting dalam pertumbuhan emosional seseorang, karena apapun pengalaman primer dimasa kecil, dikemudian hari akan menentukan apakah seseorang akan tumbuh menjadi pribadi yang optimis dan terkendali ataukah pesimis dan mudah cemas.

Hal ini menegaskan kembali bahwa sikap “melindungi” saja tidak cukup, orang tua yang bijak juga harus dapat memperkenalkan kepada buah hati tercintanya mengenai apa itu perencanaan, apa itu resiko, apa itu sumber stres, apa saja yang dapat menjadi sumber stres, bagaimana cara mensikapi sumber stres dsb.

Dengan demikian, diharapkan, ananda tercinta jadi selalu siap dalam menghadapi situasi/peristiwa apapun, sekalipun dengan resiko terburuk, dikemudian hari.

Ingin bebas trauma ? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s