Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) merupakan suatu diagnosis yang dilakukan pertama kali setelah perang Vietnam.
Veteran yang terlibat pertempuran di Vietnam, ditemukan memiliki sejumlah gejala-gejala yang didokumentasikan secara tidak jelas, dalam kategori diagnostik lainnya. Bahkan, gejala ini telah diamati pada veteran perang di banyak pertempuran sebelumnya. Sepertinya PTSD terus-menerus ditemukan kembali.
Perang selalu menimbulkan korban. Sejarah panjang menuturkan tentang mimpi buruk dan masalah emosional lainnya akibat dari perang yang mengerikan. Tampaknya kita berulang kali menemukan, efek trauma pada manusia, setiap kali kita pergi berperang.
Istilah seperti “kelelahan tempur” dan “gangguan saraf akibat bertempur” digunakan di masa lalu untuk menggambarkan beberapa efek pertempuran. Istilah-istilah ini menyesatkan karena mereka mengimplikasikan bahwa efek tempur berjangka pendek. Pada DSM-IV, istilah “Gangguan Stres Akut” digunakan untuk sindrom yang sama yang berlangsung kurang dari 30 hari.
Kita sekarang tahu bahwa PTSD dapat disebabkan oleh trauma lainnya. Anak korban penyalahgunaan dan yang selamat dari kecelakaan pesawat memiliki banyak gejala yang sama seperti veteran perang. Psikoterapi dan pengobatan yang baik membantu untuk menghilangkan gejala PTSD. Gejala-gejala kadang muncul selama bertahun-tahun dan tidak selalu ada obatnya. Teknik seperti EMDR mungkin bermanfaat, terutama untuk trauma insiden tunggal.
Semakin cepat seseorang mendapat bantuan hasilnya semakin baik.
Sumber : http://mentalhealth.about.com/cs/traumaptsd/a/trauma.htm
Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/