Memilih Jurusan Psikologi ?

Terdapat banyak kemungkinan yang dapat menjadi alasan mengapa seseorang memilih kuliah di jurusan Psikologi (perlu diteliti lebih lanjut).

Kemungkinan tersebut dapat karena alasan ikut ikutan teman, di arahkan orang tua, karena bingung/coba coba, karena suka membaca / belajar ilmu psikologi atau karena berfikir dengan belajar ilmu psikologi dapat membantu memecahkan masalah pribadi dsb.

Khusus untuk pilihan “belajar psikologi agar dapat membantu memecahkan masalah pribadi”, apakah setelah menekuninya, Anda justru merasa semakin sulit memahami diri Anda, sehingga harapan awal kuliah di Psikologi sebagai solusi masalah pribadi Anda, justru tidak tercapai ?

Jika jawabannya Ya, berarti Anda perlu merivisi ulang motif Anda ! Mengapa demikian ? Karena belajar psikologi sebagai sebuah ilmu dengan belajar psikologi untuk “menerapi diri Anda” adalah dua hal yang berbeda, dimana :

  • belajar psikologi sebagai sebuah ilmu bertitik tolak dari pemahaman bahwa ilmu psikologi adalah sebuah “alat” bukan “tujuan”
  • belajar psikologi sebagai sebuah ilmu menempatkan Anda dalam posisi pengamat, sementara memiliki masalah pribadi menempatkan Anda dalam posisi korban
  • belajar psikologi sebagai sebuah ilmu berarti merangsang Anda untuk mengolah kognitif, melakukan analisa ataupun memerlukan logika Anda, sedang “menerapi diri Anda” berarti mengolah panca indra dan tabula rasa Anda.

Kiranya itu pula yang menjadi alasan mengapa membaca baca buku motivasi/training kepribadian bagi seseorang yang sedang memiliki masalah terkadang tidak banyak membantu.

Jadi jika yang menjadi tujuan Anda adalah ingin memecahkan masalah, Anda tidak perlu membuang buang waktu dengan kuliah di jurusan Psikologi, melainkan mintalah bantuan profesional, namun jika kuliah psikologi karena Anda menyukainya dan ingin menjadikan diri Anda berguna bagi orang lain, percayalah Anda kelak akan jadi psikolog terbaik.

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

Penulis: Isywara Mahendratto

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Orang tua saya 46 tahun yang lalu, memberi nama saya dengan nama : Isywara Mahendratto. Saya tidak tahu alasannya mengapa orang tua saya memberi nama awal saya "Isywara", namun nama belakang "Mahendratto" merupakan perpaduan nama Ibunda tercinta Hj. MAI SUNDARI (Almarhumah) dan Ayahanda H. HENDRO PURWOTO, BA (Almarhum). Baru di kemudian hari setelah membaca dari kamus Sanksekerta saya menemukan kata "Icwara" berarti RAJA. Saya juga tidak tau alasannya, mengapa sewaktu saya masuk di Fakultas Farmasi, Universitas Gajah Mada tahun 1981, saya menulis cita cita saya adalah : PRESIDEN. Padahal alasan saya memilih Fakultas Farmasi pada waktu itu adalah menghindari pelajaran Bahasa Inggris dan malahan ketemu Bahasa Latin yang membuat saya hampir menyerah. Setelah berkali kali menjadi pecundang, bahkan setelah menikah dan bekerja, Alhamdulillah, melalui pencerahan SERVO, ALLAH SWT menunjukkan JALAN untuk BERUBAH yang dapat diaplikasikan baik untuk keperluan INDIVIDU, SISTEM di perusahaan maupun BERNEGARA. Saat ini saya merasa prihatin dengan SUMBER DAYA negeri tercinta INDONESIA yang sudah habis habisan dan barangkali kelak yang tersisa cuma SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) 225 jutaan. Namun untuk mengaktifkan secara luas POTENSI SDM yang masih tertidur harus dilakukan secara sistemik dan sayangnya saya tidak begitu suka terjun ke politik, walaupun sesuai dengan kompetensi yang saya miliki saat ini yaitu sebagai motivator perusahaan dan terapis individu bagi yang ingin BERUBAH. Saya tidak tau kenapa ALLAH SWT. memberikan saya jalan berliku liku mulai dari Apoteker Rumah Sakit Umum, Apoteker Asuransi Kesehatan, Sales Manajer Pabrik Alat Suntik, Fungsional Mutu di Superintending Company, Sales Manajer di Konsultan di perusahaan Konsultan Mutu, Konsultan Mutu sekaligus pendiri Konsultan Mutu Visi Global Indonesia. Barangkali waktu itu saya terlalu naif untuk memahami politik kantor sehingga bisa dikategorikan sebagai trouble maker he he he he ...... Klimaksnya saat sang Menteri, hirarki tertinggi di instansi tempat saya bekerja, tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan saya, saya memperoleh pencerahan "Ternyata, tidak setiap masalah dapat diselesaikan dengan hukum Sebab Akibat". Akhirnya saya minta untuk diberhentikan sebagai pegawai negeri. Karena tidak kunjung juga di berhentikan akhirnya Saya yang "memecat" instansi tersebut. Saat ini sebagai Motivator di perusahaan perusahaan dan terapis individu yang ingin berubah, walaupun background saya bukan sekolah motivator (sepertinya memang belum ada ya....). Saya juga tidak tahu kenapa ALLAH SWT. mempercayakan saya sebagai narasumber topik terapi, manajemen diri dan prestasi di Tivi TPI (Lintas Pagi Akhir Pekan), Trans7 (Asal Usul, Redaksi Pagi, Selamat Pagi), Metro TV (Back to Beck), Trans TV (Good Morning on the Weekend, Dorce Show), TVRI (Kopi Pagi), Majalah Good Housekeeping, Clara, Inspired Kids, Warta Bisnis, Pesona, Alia, Farmakosindo, Tarbawi, Tabloid Senior, Gaya Hidup Sehat, Info Kecantikan, Nakita, Harian Tempo, Kontan, Pikiran Rakyat, Jakarta, Berani dsb. serta Sebagai pembicara di berbagai radio seperti Radio Trijaya, Radio Delta FM, Radio Elshinta, Female Radio, Radio Prambors, Radio Hardrock Bandung, Smart FM, One Radio, Radio 68H, Radio Suara Metro, Radio ARH Global, Woman Radio, I Radio, Radio RRI Pro1 FM, RRI Pro 2 FM, RRI Pro 3 FM, RRI Pro 4 FM, Radio Ramako, Radio Star, Kis FM, Radio Bahana, Radio Pesona 103,8 FM dan Radio 104,2 MSTri FM dan di tahun 2005 pernah terpilih sebagai salah satu dari sembilan orang Guru Sukses, versi Majalah Warta Bisnis, edisi 41/III/Agustus 2005. Saya juga tidak tau mengapa berbagai perusahaan seperti Persatuan Pensiunan Telkom (P2Tel) Wilayah IV, PT. Batamindo Investment Cakrawala, PT. Unilever Indonesia, PT. Tripatra Engineering, PT. Telkom Indonesia, PT. NLT Gasket Mfg., PT. Subur Jaya, PT. Bumi Agung Perkasa Indah, PT. Info Indo Direktori, PT. Clarindotama Perdana, Apotik Roxy Group dll. mempercayakan pelatihan SIKAP dan PERILAKU karyawannya kepada Saya. Demikian pula saat sebelumnya sebagai Konsultan, Trainer dan Auditor Sistem Mutu di PT. Djakarta Lloyd (Persero), PT Sinar Rasa Kencana, PT. NLT Gasket Mfg., PT Bumi Agung Perkasa Indah, PT Pacific Dwiyasa Putra, PT Bayer CropScience, PT Bayer Indonesia Tbk., PT Indokonverta Indah, PT DIC Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., Telkom Divre II, PT Pabrik Cat & Tinta Pacific, PT Pacific Dwiyasa Putra, PT NLT Gasket Mfg., PT Inti Karya Persada Tehnik, PT Global Steel Indonesia, PT Bumi Agung Perkasa Indah, PT Chemco Harapan Nusantara, PT Bina Guna Kimia (FMC), PT Yamatogomu Indonesia, PT Phapros, PT Indravosta Management Consultants (QPD) sebagai EO, PT Heng Huat Industries Indonesia, PT Skifa Rajawali Indonesia, PT Topla Abadi Jaya, PT Topla Techno Jaya, PT Sumimagne Indonesia, PT Kertas Padalarang, PT Kertas Leces (Persero), PT Nutrifood Indonesia, PT Sucofindo, Prima Quality Services (PQS), PT Sucofindo-Tangerang Branch, PT Sucofindo Automotive Verification Unit. Jangan Percaya kecuali Ingin Percaya ! Wa'alaikumussalam Wr. Wb. Isywara Mahendratto

19 thoughts on “Memilih Jurusan Psikologi ?”

    1. Apapun pilihan yang Anda ambil nantinya hanya merupakan alat untuk memperluas zona kendali hidup Anda.

      Jadi jika dengan menuruti keinginan orang lain tsb. menurut Anda dapat memperluas zona kendali hidup Anda, maka ikuti. Namun jika justru sebaliknya sebaiknya difikirkan ulang.

  1. Aku sekarang kelas 3 SMA.

    Aku lagi bingung banget antara FK atau Psikologi. Kalo ditanya mana yang paling kamu suka, aku suka dua-duanya, aku tertarik dua-duanya. Kalo ambil 2 jurusan itu sekaligus, resiko kuliah di FK itu jadwal padeeeet bgt.

    Ada yang punya saran nggak ?

  2. admin.. mau nnya nih.. sy klas 3 SMK, berniat msuk psikologi… ttapi sy sendri kondisinya sdang tidak baik mksudnya slalu ada masalah tetapi bkn mslh spt bertengkar/konflik sm orglain.. tp mslhnya sangat tdk jelas klau sprti sy pernah mnceritakannya ke org lain mrka msih krang ngerti. hehe mohon pnjelasannya apakah sy cocok klw msk jur. psikologi dg keadaan spt ini.. soalnya sy klau bnyak mslah yg blm selesai… sngat susah utk konsentrasi&belajar.. tp berminat skali mempelajari ilmu ini dr sejak sy SD. mhon pnjelasannya.. trimaksih

    1. Yang harus Anda jawab terlebih dahulu adalah, apakah tujuan mempelajari psikologi untuk menolong orang lain ataukah untuk menolong diri sendiri.

      Jika tujuannya untuk menolong orang lain maka pilihan Anda sudah tepat, namun jika tujuannya untuk menolong diri sendiri, jauh lebih efisien jika Anda meminta bantuan profesional.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s