Maraknya amuk massa akhir akhir ini semakin menjadi.
Mulai dari isu santet / begu ganjang, tawuran antar warga/mahasiswa/pelajar, pilkada, kasus penggusuran, hingga amuk massa di pengadilan.
Tidak sedikit kerugian yang ditimbulkan, mulai dari kehilangan tempat tinggal, trauma psikis, korban luka hingga kehilangan nyawa dan ujung ujungnya tetap saja rakyat jelata yang menjadi korban.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya hal tersebut mulai dari tingkat pendidikan yang rendah, tingginya angka pengangguran, kecemburuan sosial, rendahnya tingkat kepercayaan pada aparat hukum dsb., sehingga rakyat jadi “gampang nyolot” dan cenderung mencari jalan pintas dalam menyelesaikan perselisihan.
Dalam jangka panjang, hal ini tentu saja akan merugikan pembentukan karakter bangsa dan membuat tujuan para “founding father” yaitu menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar tidak tercapai.
Akhirnya semua terpulang pada para pemimpin selaku pemilik sistem, hendak dibawa kemanakah negeri ini ?
Padahal kalau cuma sekedar bergulir, negara Indonesia tetap dapat berjalan, sekalipun tanpa pemimpin.
Siapa yang mengalami juga ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/