Jebakan Hawa Nafsu ?

Apabila ditanya dalam keadaan “sadar”, apakah seorang Bill Clinton, mantan presiden Amerika Serikat, mau mempertaruhkan jabatan kepresidenannya untuk seorang Monica Lewinsky ?

Demikian pula dengan seorang Tiger Woods, apakah ia bersedia mempertaruhkan reputasi pegolf nomer satu dunianya untuk kecanduan seksnya ?

Dan juga dengan seorang Ariel Peterpan, apakah ia mau mempertaruhkan popularitas band papan atasnya untuk sebuah obsesi “penampakan” seksnya (jika kasusnya nanti terbukti) ?

Jika jawabannya adalah TIDAK, mengapa peristiwa tersebut tetap terjadi ?

Sama seperti bentuk bentuk kecanduan lainnya, semakin tinggi tingkat stres seseorang akibat tekanan pekerjaannya, keluarga ataupun profesinya, semakin kuat pula dorongan seseorang untuk memenuhi kebutuhan “hawa nafsunya” dan semakin tidak “bekerja” tingkat kesadarannya (baca : akal).

Hal tsb.  disebabkan oleh adanya kebutuhan akan zona nyaman (comfort zone) untuk dapat mereduksi ketegangan dan kondisi tersebut dapat semakin diperparah jika sejak awal ybs. telah memiliki masalah kecemasan.

Yang harus dipastikan adalah apakah jenis kecanduan tidak beresiko terhadap kesehatan, pekerjaan, hukum ataupun moral/agama, keharmonisan rumah tangga dsb.

Untuk itu, semakin tinggi jabatan Anda, semakin besar kekuasaan Anda, semakin populer nama Anda, semakin banyak kekayaan Anda, pastikan diri Anda didampingi oleh seorang personal coach yang dapat membantu memprogram ulang emosi Anda.

Ingin semakin terkendali ? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s