Mekanisme yang Mengatur Tidur ? #1

Banyak yang menyimpulkan, apakah Anda tidur dengan baik atau buruk terjadi di daerah kecil dari otak yang hanya terdiri dari beberapa ribu sel saraf, atau neuron.

Sekarang, para peneliti di Oregon Health Sciences University telah menemukan bahwa zat kimia yang diproduksi di dalam otak dapat memperlambat aktivitas sel-sel hingga hampir berhenti, mempengaruhi reaksi tubuh terhadap cahaya dan kegelapan.

Penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Neuroscience, edisi 15 Maret 1999, membuka jalan baru penelitian terhadap pemahaman berbasis molekuler dari gangguan tidur dan masalah yang terkait dengan siklus cahaya alami, seperti gangguan afektif musiman/seasonal affective disorder (SAD).

Penelitian ini berfokus pada sebuah daerah jauh di dalam otak yang disebut suprachiasmatic nucleus (SCN), yang seukuran kepala peniti. The SCN dikenal untuk mengatur ritme sirkadian – siklus tidur dan terjaga 24 jam. Ketika neuron di SCN rusak, siklus tidur terganggu.

“Hubungan antara sel-sel otak dan siklus sirkadian jelas,” kata Charles Allen, Ph.D., associate professor di OHSU Center for Research on Occupational and Environtmental Toxicology dan penulis utama  studi Journal of Neuroscience. “Sekarang kita memiliki bukti yang kuat, substansi yang kita sebut orphanin, mengubah respon area otak ini terhadap cahaya.”

Orphanin (juga dikenal sebagai nociceptin, atau OFQ), adalah sebuah peptida, atau kombinasi asam amino yang merupakan blok bangunan dasar protein. Peptida ini bekerja di beberapa wilayah di otak.

“Selain di SCN, wilayah dimana orphanin aktif, memainkan peran dalam perilaku makan, minum, perilaku keperawatan, perilaku reproduksi, pengaturan suhu tubuh dan penghargaan dsb.,” kata David Grandy, Ph.D., associate professor fisiologi dan farmakologi pada OHSU dan penulis senior kertas kerja.

Orphanin bertindak sebagai neurotransmitter, semacam kurir yang memberitahu sel bagaimana harus bertindak. Sedangkan peran lainnya di otak masih sedang dipelajari, penelitian OHSU menunjukkan dengan jelas bahwa orphanin bekerja pada semua sel dalam SCN.

“Di mana-mana kita melihat, orphanin langsung menghambat sel,” kata Grandy. “Hal tersebut menghentikan mereka. Ini membuat mereka diam. Hal ini terutama berlaku di SCN.”

Sumber : http://sciencedaily.com/releases/990316063522.htm

Ingin bebas insomnia ? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian-susah-tidur/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s