Memprogram Keterampilan Bekerja ?

Sama seperti saat seseorang mulai pertama kali mulai masuk sekolah ataupun bekeluarga, saat seseorang mulai pertama kali diterima bekerja di sebuah perusahaan merupakan periode yang penting.

Periode tersebut menjadi penentu apakah pekerjaan dikemudian hari menjadi sebuah objek yang menyenangkan ataukah malah menjadi subyek yang menyebalkan.

Pada periode tersebut kita belajar bagaimana mensikapi perintah atasan, mengidentifikasi masalah, membuat rencana pekerjaan, mempersiapkan sarana bekerja, melakukan koordinasi dengan pihak lain, melakukan eksekusi pekerjaan, berinteraksi dengan pelanggan dsb.

Kekeliruan dalam mensikapi pekerjaan dan lingkungan berpotensi membuatnya menjadi sebuah beban, ancaman, sumber kecemasan dsb. padahal pekerjaan justru diperlukan sebagai sarana kita dalam membiayai kebutuhan pribadi, keluarga ataupun kehidupan sosial bahkan lebih jauh lagi sebagai sarana aktualisasi diri.

Seseorang yang telah menemukan cetak biru dalam bekerja, tau kapan harus membuat keputusan, bagaimana harus bereaksi terhadap persoalan, bagaimana mengelola konflik, bagaimana harus menghadapi atasan yang menyebalkan / bawahan sipembuat onar ataupun pelanggan yang bawel, dsb.

Tidak usah heran jika saat seseorang telah mulai menemukan “cetak biru” keterampilan bekerja, karirnya terus menanjak dan maju pesat karena dirinya jadi benar benar sangat efisien yaitu hanya digunakan untuk hal hal yang produktif dan mengabaikan hal yang tidak penting.

Jadi letak persoalannya bukan pada seberapa pintar ataupun seberapa kreatif seseorang dapat menyelesaikan sebuah tugas, melainkan pada seberapa tepat “timing” seseorang dalam menggunakan kepintaran ataupun kreatifitas dirinya.

Cetak biru tersebut hanya dapat terbentuk jika Anda sejak awal memahami apa yang menjadi tujuan Anda bekerja, bagaimana cara untuk mencapai tujuan tersebut, bagaimana jika hasil tidak sesuai dengan target yang Anda inginkan dsb.

Dan yang tidak kalah penting, apakah diri Anda saat ini memiliki hambatan pribadi seperti fobia sosial, gampang cemas / panik, takut mati, insomnia dsb. ?

Jika ada sebaiknya dengan ataupun tanpa bantuan profesional dihilangkan pada kesempatan pertama, karena jika tidak, seluruh perhatian, pikiran dan sumber daya Anda akan terfokus dan terkuras pada hambatan tsb.

Hal tersebut membantu Anda memiliki rentang daya tahan yang sangat lebar terhadap sumber stres dan tidak mudah terpancing pada hal-hal yang tidak penting atau terpuruk pada sumber kenyamanan semu seperti kecanduan rokok, kecanduan seks, kecanduan kerja, kecanduan judi dsb.

Bagaimana jika dengan membersihkan diri Anda dari hambatan pribadi justru membuat karir dan kehidupan pribadi Anda menjadi sangat sehat, mau ?

Ingin mudah berkarir ? Klik > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s