Gangguan Nafsu Seksual ?

19/09/2011

Ny. C., seorang perempuan pengusaha berumur 31 tahun yang sukses, menikah dengan seorang pengacara yang berumur 32 tahun.

Mereka memiliki seorang anak, 2 dan 5 tahun dan telah menikah selama 8 tahun ketika memasuki terapi. Masalah yang timbul adalah karena Ny. C tidak memiliki nafsu seks.

Tuan dan Nyonya C diwawancarai secara terpisah selama asesmen awal dan keduanya menyatakan rasa tertarik dan cintanya kepada pasangannya. Ny. C melaporkan bahwa ia dapat menikmati seks begitu dirinya terlibat di dalamnya dan hampir selalu mencapai orgasme.

Masalahnya, ia kurang memiliki keinginan untuk terlibat seks. Ia menghindari ajakan seksual suaminya dan memandang afeksi serta romantisme suaminya dengan sangat skeptis dan biasanya dengan amarah dan air mata.

Ny. C dibesarkan di keluarga kelas menengah ke atas yang suportif dan menyayanginya. Tetapi dari usia 6 sampai 12 tahun, ia pernah berulang kali dipaksa melakukan aktivitas seksual oleh saudara sepupu laki lakinya yang 5 tahun lebih tua darinya.

Aktifitas seksual ini selalu diprakarsai oleh sepupunya dan selalu bertentangan dengan keinginannya. Ia tidak mau memberi tahu orang-tuanya. Ia merasa bersalah, karena sepupunya itu tidak menggunakan kekuatan fisik untuk membuatnya menuruti nafsunya.

Tampaknya ajakan romantis Tn. C memicu ingatannya tentang penganiayaan yang dilakukan oleh sepupunya dulu.

Sumber : V. Mark Durand, David H. Barlow, Psikologi Abnormal, edisi IV

Ingin bebas gangguan nafsu seksual ? Klik > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s