Tawuran Pelajar ?

25/09/2012

Tawuran pelajar kembali menelan korban.

Tidak jarang yang menjadi korban justru siswa yang baik, yang tidak suka tawuran, yang sejak awal memang tidak mempersiapkan diri untuk berangkat “perang”, namun justru karena ketidak siapannya itulah ybs. rentan menjadi sasaran lawan.

Memang betul tawuran pelajar tidak berdampak sistemik pada sistem ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan negara, namun hal tersebut tidak membebaskan pemerintah dari tanggung-jawabnya untuk memberikan rasa aman kepada warga-negaranya.

Kalaupun pemerintah belum sanggup memperbaiki pola pendidikan nasional yang mampu menjangkau hingga ke elemen terkecil dari sebuah sistem masyarakat yaitu keluarga, paling tidak razia alat tawuran, pembubaran remaja bergerombol, dapat dilakukan secara dini, rutin dan acak.

Perlu pula dipikirkan untuk  menambah katub2 pengaman sosial agar para remaja dapat mengekspresikan perasaannya, menyalurkan minat dan bakatnya seperti kegiatan pramuka, pecinta alam, kegiatan amal, kepemimpinan, wiraswasta berikut sarana2nya seperti  gelanggang remaja, lapangan bola/basket, taman pidato, ring tinju dsb.

Penjagaan sementara lokasi tawuran, razia senjata pasca tawuran, himbauan kepada pihak sekolah ataupun karangan bunga duka cita kepada keluarga korban hanyalah sebuah tindakan semu, tidak bermakna dan cuma sekedar menutupi kelemahan.

Apakah harus menunggu korbannya anak Anda (pejabat), baru tindakan serius akan dilakukan ?

Ingin bebas cemas ? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s