Mencegah Kejahatan Pemerkosaan ?

08/01/2013

Sama sulitnya, berharap agar para penjahat kelamin dapat mengontrol dorongan syahwatnya, dengan berharap agar para penggemar pamer aurat untuk tidak mengenakan rok mini.

Karena letak persoalannya bukan pada kemampuan untuk menggunakan pemikiran ataupun penalarannya, melainkan justru pada ketidak-mampuan untuk mengontrol dorongan syahwatnya.

Barangkali yang membedakannya hanya yang satu tidak mampu mengontrol dorongan syahwat seksualnya ke lawan jenis, sedang yang lainnya tidak mampu mengontrol dorongan pamer auratnya ke lawan jenis.

Padahal kedua hal tersebut sama-sama berpotensi menimbulkan kejahatan perkosaan yang tidak jarang justru menimpa para wanita yang berpakaian sopan, namun rentan dalam kemampuan melindungi dirinya. Apalagi hingga kini memang belum ada (bahkan mungkin tidak akan pernah ada ?) alat yang mampu mendeteksi niat buruk para pemangsa seksual.

Untuk ini, suka atau tidak suka, tindakan kejahatan pemerkosaan memang harus ditangani secara menyeluruh dan melibatkan semua pihak, mulai dari tindakan pencegahan seperti pendidikan moral/agama, adab kesopanan di ruang publik, ketrampilan bela diri, menambah penerangan umum, meningkatkan keamanan transportasi umum, pengaturan jam kerja untuk wanita dsb., hingga memberikan sanksi hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku kejahatan pemerkosaan, guna menimbulkan efek jera.

Ingin menggunakan akal sehat ? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s