Tidak seorangpun suka jika mengalami patah hati.
Ibarat sebuah peperangan, patah hati menempatkan seseorang pada posisi pecundang atau kalah perang sehingga timbul perasaan tidak nyaman seperti perasaan tidak layak, tidak diterima, tidak diinginkan atau tidak dihargai karena harapannya gagal atau karena cintanya ditolak.
Padahal tidak ada jaminan bahwa hasil yang dicapai akan selalu sesuai dengan harapan ataupun hasil yang diinginkan, melainkan tergantung dari seberapa besar usaha yang telah kita lakukan dan keberuntungan yang kita miliki.
Ketidak-siapan seseorang untuk menerima resiko penolakan ataupun kegagalan, berpotensi menghambat produktifitas seseorang, karena pertumbuhan emosinya menjadi terganggu akibat patah hati.
Untuk ini, cara pencegahan paling mudah adalah sejak awal memasukkan resiko penolakan ataupun kegagalan sebagai sebuah konsekwensi.
Bebas Patah Hati ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/