Panic Buying

Dengan adanya pernyataan resmi dari pemerintah tentang 2 orang yang positif terkena virus Covid 19 menimbulkan kepanikan baru.

Kali ini tidak hanya terjadi kelangkaan masker saja, melainkan tisu basah, hand sanitizer, bahkan sembakopun ikut ikutan habis diborong.

Hal ini tentu saja semakin memperburuk keadaan dan jika tidak teratasi dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan masalah baru berupa perilaku belanja yang tidak rasional seperti panic buying.

Kenapa hal tersebut dapat terjadi?

Sudah menjadi fitrah manusia tentang adanya kebutuhan akan rasa aman dan nyaman dalam melakukan aktifitas sehari hari seperti ke sekolah, ke kantor, ke mall, ke tempat tempat umum dll.

Untuk itu diperlukan jaminan keselamatan, terbebas dari resiko terkena Covid 19 selama melakukan aktifitas sosial dan jika hal tersebut tidak bisa diperoleh dari lingkungan yang kondusif, maka secara otomatis melakukan panic buying sarana pelindung diri.

Dan jika wabah berlangsung lama, apalagi jika disertai tindakan pembatasan mobilitas, karantina, isolasi oleh instansi terkait, dapat mendorong penduduk untuk memborong apa saja guna melindungi kebutuhan keluarganya.

Jika setelah wabah usai, namun dorongan untuk menyetok barang masih tetap tinggi, maka hal tersebut merupakan salah satu gejala terkena CBD (compulsive buying dissorder).

Ingin bebas CBD? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s