Adab Bertamu?

Hanya dalam waktu seminggu, kembali kita disuguhi tontonan dramatis berupa pengusiran Sekjen Kemensos Harry Hikmat dari ruangan rapat kerja Komisi VIII DPR RI karena sebelumnya dianggap tidak menghargai sikap kritis Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily.

Sebelum kejadian tersebut, telah terjadi juga peristiwa pengusiran anggota Komnas Perempuan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa, hanya gara gara datang terlambat.

Memang betul, berprasangka buruk apalagi sampai mengeluarkan komentar negatif terhadap anggota DPR yang terhormat ataupun datang terlambat ke sebuah majelis apalagi yang diselenggarakan oleh wakil rakyat, bukanlah sebuah tindakan yang dapat dibenarkan, namun mengusir tamu yang sudah berkenan hadir juga bukanlah sebuah tindakan yang terpuji.

Apakah ini harga yang harus dibayar oleh sebuah demokrasi ataukah kita sedang disuguhi tontonan mengenai hukum rimba? Rasanya kita kok makin jauh sekali dari cita cita Sila Ketiga Panca Sila yaitu Persatuan Indonesia.

Padahal agama Islam telah membekali kita semua dengan apa yang disebut sebagai adab bertamu yaitu tuntunan tentang bagaimana tuan rumah harus memuliakan tamunya dan sebaliknya bagaimana tamu yang bisa menghargai tuan rumah.

Adab bagi tuan rumah:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari).

Disunahkan pula untuk mengucapkan Selamat Datang kepada para tamu:

مَرْحَبًا بِالْوَفْدِ الَّذِينَ جَاءُوا غَيْرَ خَزَايَا وَلاَ نَدَامَى

“Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal.” (HR. Bukhari).

Sedang adab bagi tamu:

مَنْ دُعِىَ فَلْيُجِبْ

“Barangsiapa yang diundang maka datangilah!” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

وَمَنْ تَرَكَ الدَّعْـوَةَ فَقَدْ عَصَى اللهَ وَرَسُوْلَهُ

“Barang siapa yang tidak memenuhi undangan maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari).

Jadi yang menjadi tujuan silaturahmi adalah konteks ibadahnya sehingga antara tuan rumah dan tamu merasa semakin erat tali persaudaraannya dan penuh barokah, bukan malah menjadi ajang pamer kekuasaan ataupun saling mempermalukan.

Ingin dibimbing pelatih pribadi ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Satu pemikiran pada “Adab Bertamu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s