GERD

Bagi sebagian penderita gangguan kecemasan tentu sudah sering mendengar istilah gerd atau gerd anxiety.

Apa arti gerd? Apa itu penyakit gerd? Apa hubungannya dengan kecemasan atau gerd anxiety? Apa saja gejala gerd kronis? Lalu bagaimana cara mengobati gerd?

Gastroesophageal reflux disease atau yang biasa disebut sebagai GERD adalah penyakit yang timbul akibat asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) sehingga menimbulkan perasaan panas, seolah terbakar di dada dan kerongkongan, akibat lapisan kerongkongan mengalami iritasi.

Adapun gejalanya meliputi:

  • Mulut terasa asam atau pahit akibat naiknya cairan asam lambung ke kerongkongan.
  • Timbul sakit tenggorokan, gangguan pernafasan seperti batuk, terkadang disertai suara serak akibat pita suara terganggu.
  • Tidak jarang disertai sensasi panas didada, seolah terbakar(heartburn), yang bisa menyebar sampai ke leher.
  • Timbul rasa sakit atau nyeri pada dada, seolah ada makanan yang tersangkut di dalam kerongkongan, sulit menelan, serta cegukan, rasa sakit atau nyeri pada dada.

Meski penyebab munculnya gerd bisa dipicu oleh berbagai faktor seperti pola makan yang buruk, obesitas, kebiasaan merokok, kondisi hamil, efek samping obat dsb., pastikan jauh sebelum keluhan gerd muncul, apakah memiliki riwayat gangguan kecemasan, gangguan tidur, mudah panik ataupun gangguan seksual.

Jika jawabannya iya, kemungkinan besar anda mengalami gerd anxiety yaitu gerd yang disebabkan oleh adanya kecemasan khronis.

Ingin bebas gerd anxiety? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Hambatan Pribadi

Pernahkah kita merasa sulit berubah, sulit sekali untuk keluar dari kebiasaan buruk seperti kecanduan merokok, menunda pekerjaan dsb.?

Tidak jarang keluarga, orang tua, sahabat atau pasangan, menganggap kita sebagai pribadi yang egois, bebal dan keras kepala.

Padahal letak persoalannya bukan pada tidak adanya keinginan berubah, melainkan kita merasa tidak berdaya untuk berubah, seolah terdapat dinding raksasa yang menghalangi kita berubah.

Kalaupun berhasil memaksa diri berubah, biasanya perubahan berlangsung sementara, untuk kemudian kembali lagi pada kebiasaan yang lama, bahkan semakin memburuk.

Bisa dimaklumi jika sulit move on ini berlangsung lama dan berkali kali dapat membuat seseorang menjadi frustrasi dan akhirnya menyerah.

Lantas, apa yang menjadi penyebab seseorang sulit berubah?

Penyebabnya bisa berasal dari dalam diri kita seperti konsep diri yang rendah, pengalaman buruk dan juga dari luar diri kita seperti orang tua yang kaku, teman pembully, guru yang galak dsb.

Jadi jika ingin menyerah, pastikan dahulu kita telah memperbaharui konsep diri kita, membersihkan diri dari trauma masa lalu, dengan atau tanpa bantuan profesional.

Ingin membuang hambatan pribadi ? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Sindrom Martir?

Apakah Anda memiliki perilaku suka menolong orang lain secara berlebihan, bahkan sampai mengabaikan diri sendiri atau mengurangi hak keluarga Anda?

Jika ya, kemungkinan Anda sedang mengalami yang disebut sebagai sindrom martir.

Sindrom martir adalah perilaku yang menjadikan pengorbanan atau penderitaan sebagai tujuan sehingga dirinya merasa puas atau berharga saat berhasil menolong orang lain, sekalipun harus merugikan kepentingan sendiri atau keluarga.

Perilaku ini merupakan salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri seseorang.

Sejauh perbuatan baik yang dilakukan memang diinginkan sendiri dan tidak sampai “merusak” dirinya sendiri / keluarga, maka hal tersebut masih dapat dikatakan sebagai perilaku yang sehat.

Namun jika hal tersebut dilakukan secara terpaksa (karena takut dinilai buruk oleh orang lain), ataupun ybs. merasa tidak bisa lagi mengendalikan dorongan berkorban (uncontrolled), baru dapat dianggap sebagai gangguan psikis (neurotik).

Ingin bebas cemas ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/alamat/

Kesaksian Wahyu, Karyawan

DISCLAIMER : ** Kesaksian berikut tidak dimaksud sebagai jaminan bahwa hasil terapi akan sama pada setiap orang, karena setiap kasus bersifat unik dan spesifik, tergantung dari kesediaan berubah ybs. dan seberapa cepat akar masalah ditemukan!

Assalamu’alaikum Wr Wb., nama saya Wahyu.

Pertama-tama saya ucapkan puji dan syukur kepada ALLAH SWT yang telah memberi saya jalan pengobatan di servo clinic.

Sebelum menjalani pengobatan di servo clinic, saya mengalami sakit maag, takut mati, takut gila, gelisah berlebihan terhadap satu penyakit, sampai panik berlebihan, rasa tegang di bagian depan kepala saya, badan terasa lemas. Saya juga pernah menjalani endoskopi, hasil dari endoskopi, asam lambung saya tinggi dan peradangan usus buntu.

Alhamdulillah setelah saya menjalani terapi servo, semua keluhan saya hilang, dokterpun menyatakan asam lambung saya telah normal dan radang usus buntu sy telah membaik dan saya tidak jadi menjalani operasi usus buntu.

Terima kasih saya ucapkan kepada ALLAH S.W.T dan juga kepada Bapak Isywara Mahendratto yang telah menerapi saya sehingga semua keluhan saya hilang. Semoga ALLAH S.W.T membalas kebaikan Bapak dan diberikan umur panjang agar dapat membantu lebih banyak orang lain lagi.

Ingin bebas asam lambung? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/alamat/

Cara Mengatasi Susah Tidur

Susah tidur yang diakibatkan oleh gangguan psikis seperti volume pekerjaan yang menumpuk, masalah keluarga ataupun konflik dengan atasan, secara langsung tidak akan membahayakan ybs.

Apalagi tubuh memiliki kemampuan untuk mengganti kekurangan jumlah jam tidur melalui tidur pengganti disiang hari, pada akhir minggu, tidur ayam ataupun tidur sesaat (microsleep).

Namun jika hal tersebut tidak segera diatasi pada kesempatan pertama maka dapat mengganggu produktifitas, kehidupan sosial, keharmonisan rumah tangga, bahkan meningkatkan resiko keselamatan kerja dan berkendara, untuk itu akar masalah yang menjadi penyebab gangguan tidur harus dihilangkan.

Manajemen tidur seperti mandi air hangat, menyingkirkan gadget, meredupkan lampu, tidak minum kopi, cuci kaki, menggunakan kaus kaki, minum susu, mengurangi sayuran memang dapat meningkatkan kualitas tidur, namun tidak menghilangkan akar masalahnya.

Jadi dengan ataupun tanpa bantuan profesional, lakukan penelusuran pribadi apakah kita memiliki trauma atau pengalaman buruk di masa lalu sehingga timbul kebiasaan menghindar dari masalah. Jika iya, segeralah berubah.

Temukan cara untuk menghadapi setiap ujian atau rintangan hidup yang ada sehingga tidur nyenyak.

Ingin mudah tidur? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Predator Seks ?

Predator seks merupakan istilah yang sangat tepat dalam menggambarkan fenomena sosial khususnya perilaku seks tidak lazim di masyarakat.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan kata predator/pre·da·tor/ /prédator/ n sebagai binatang yang hidupnya dari memangsa binatang lain; hewan pemangsa hewan lain sedang kata seks /séks/ n 1 jenis kelamin; 2 hal yang berhubungan dengan alat kelamin, seperti sanggama: — merupakan bagian hidup manusia; 3 berahi: -nya timbul ketika menonton film percintaan.

Secara akal sehat, istilah pemangsa hanya cocok disematkan pada hewan, karena sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang hanya dibekali perangkat insting, hewan harus memangsa makhluk lain guna mempertahankan kelangsungan hidupnya. Namun pada kenyataannya, sifat pemangsa juga terjadi dalam kehidupan sosial di masyarakat seperti adanya pelaku bully, pemalak, pemeras, pelaku pelecehan seks dsb.

Sayangnya, tidak semua perilaku pemangsa mudah dideteksi secara dini, karena perilaku pemangsa dapat berlangsung dalam spektrum yang luas mulai dari cara yang paling kasar dan brutal hingga cara yang halus, bahkan korban sendiri tidak menyadarinya.

Khusus pada pemangsa seks anak anak (pedofilia) biasanya dilakukan dalam bentuk tersembunyi mulai dari pujian, iming iming persahabatan, nilai pelajaran, hadiah hingga uang. Itu sebabnya kenapa anak anak sangat rentan menjadi korban predator seks.

Untuk itu perlu kiranya anak anak dibekali dengan kemampuan “membaca” maksud tersembunyi dari lawan bicara sehingga tidak mudah dimanipulasi. Contoh : Bagaimana cara mensikapi pujian dari teman baru Facebooknya? Bagaimana merespon rayuan (flirting) ataupun iming iming hadiah.

Adapun posisi-posisi yang rentan menjadi korban predator seks antara lain : posisi adik kelas (yunior), posisi murid, posisi pasien, posisi bawahan, posisi asisten dsb.

Ingin bebas dari predator seks ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Pokemon Go ?

Korban game Pokemon Go mulai banyak berjatuhan.

Mulai dari kakak asal Florida yang membunuh adiknya karena mengira data Pokemon Go nya di hapus, jatuhnya dua pria dari tebing di San Diego, ditusuk orang tidak dikenal saat mencari monster Pokemon di Oregon, korban perampokan di Australia, menabrak pohon karena mencari monster sambil mengemudi di New York dsb.

Lalu kenapa Pokemon Go dapat membuat seseorang menjadi kecanduan bahkan berpotensi menimbulkan korban ?

Harus diakui, sebagai sebuah game Pokemon Go merupakan game yang sangat menarik karena tidak hanya melibatkan aktifitas kognitif melainkan juga afektif bahkan motorik sehingga menimbulkan sensasi nyaman yang sangat dalam.

Akibatnya, si pemain menjadi semakin fokus dan secara berangsur angsur mulai terputus dari dunia nyata sehingga mengira dirinya sedang berada di lingkungan yang terkendali.

Padahal dengan adanya aktifitas luar ruangan (outdoor) pada saat berburu monster Pokemon berarti pula meningkatkan resiko keamanan dan keselamatan bagi dirinya.

Disisi lain, mirip seperti orang yang sedang terhipnotis, maka pemain game tsb. menjadi rentan dipengaruhi oleh nilai nilai yang tersembunyi dalam game, jika ada ataupun oleh sugesti pihak lain.

Ingin bebas kecanduan game ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Penyebab Dispepsia ?

Dispepsia dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain :

Gangguan pencernaan non-ulkus [ sunting ]

Pada sekitar 50-70% pasien yang mengalami dispepsia, tidak ada penyebab organik yang pasti dapat ditentukan. Dispepsia seperti ini biasa disebut sebagai non-ulkus dispepsia dan diagnosis ditegakkan dengan kehadiran epigastralgia selama minimal 6 bulan, dengan tidak adanya penyebab lain sebagai gejala.

Pasca-infeksi [ sunting ]

Gastroenteritis meningkatkan risiko berkembang menjadi dispepsia kronis. Dispepsia pasca infeksi adalah istilah yang diberikan ketika dispepsia terjadi setelah terinfeksi gastroenteritis akut. Hal ini diyakini bahwa penyebab dari pasca-infeksi IBS dan dispepsia pasca-infeksi mungkin mirip dan mewakili aspek yang berbeda dari patofisiologi yang sama. [9]

Fungsional [ sunting ]

Ini adalah penyebab paling umum dari dispepsia kronis. Setelah gejala mereka dievaluasi, hampir tiga perempat pasien tidak memiliki penyebab organik yang jelas. Kemungkinan gejala timbul akibat adanya interaksi yang kompleks dari peningkatan sensitivitas aferen yang mendalam, pengosongan lambung yang tertunda (gastroparesis)  atau gangguan akomodasi untuk makanan, atau stres psikososial. Meskipun tidak berbahaya, gejala-gejala ini bisa menjadi kronis dan sulit diobati.

Penyakit saluran pencernaan [ sunting ]

Ketika dispepsia dapat dihubungkan dengan penyebab tertentu, kebanyakan kasus berhubungan dengan penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan ulkus peptikum. Penyebab kurang lazim termasuk gastritis, kanker lambung, kanker esophagus, penyakit celiac, alergi makanan, penyakit radang usus, iskemia usus kronis dan gastroparesis.

Penyakit hati dan pankreas [ sunting ]

Ini termasuk cholelithiasis, pankreatitis kronis dan kanker pankreas.

Intoleransi makanan atau obat [ sunting ]

Dispepsia akut dapat disebabkan oleh makan berlebihan, makan terlalu cepat, makan makanan berkadar lemak tinggi, makan dalam situasi stres atau minum terlalu banyak alkohol atau kopi. Banyak obat yang dapat menyebabkan dispepsia, seperti aspirin, obat nonsteroidal anti-inflammatory (NSAID), antibiotik (metronidazolmakrolid), obat diabetes (metformin, Alpha-glucosidase inhibitor, analog amylin, GLP-1 reseptor antagonis), obat antihipertensi (angiotensin converting enzyme [ACE] inhibitor, angiotensin II antagonis reseptor) agen penurun kolesterol (niacin, fibrat), obat neuropsikiatri (cholinesterase inhibitor [donepezil, rivastigmine]), SSRI (fluoxetine, sertraline), serotonin-norepinefrin-reuptake inhibitor (venlafaxine, duloxetine), obat Parkinson (Dopamin agonis, monoamine oxidase [MAO] -B inhibitor), kortikosteroid, estrogen, digoxin, besi dan opioid . [10]

Infeksi Helicobacter pylori [ sunting ]

Pada dispepsia fungsional, peran Helicobacter pylori adalah kontroversial dan telah ditetapkan tidak memiliki hubungan sebab akibat yang jelas. Hal ini berlaku untuk kedua profil gejala dan patofisiologi dispepsia fungsional, meskipun beberapa studi epidemiologi menunjukkan adanya hubungan antara infeksi H. pylori dengan dispepsia fungsional. Perbedaan tsb. mungkin disebabkan oleh adanya perbedaan dalam metodologi dan kurang memadainya pertimbangan faktor pembaur seperti riwayat penyakit ulkus peptikum dan status sosial ekonomi di masa lalu. [11] Uji coba terkendali tentang apakah pemberantasan H. pylori bermanfaat atau tidak dalam dispepsia fungsional menunjukkan hasil kira-kira setengah dari percobaan terdapat perbaikan dan setengah lainnya tidak ada perbaikan. Dalam uji coba terbaru US multicenter yang dilakukan pengobatan atau plasebo secara acak pada 240 pasien dan dilakukan selama 12 bulan, 28% dari pasien yang diobati dibandingkan 23% dari mereka yang menerima plasebo, gejalanya dilaporkan hilang pada tindak lanjut selama 12 bulan. Demikian pula, uji Eropa baru-baru ini tidak menunjukkan perbedaan dalam gejala yang signifikan setelah dibandingkan antara pemberantasan H. pylori dengan kontrol. Tinjauan sistematis pemberantasan, telah dilakukan dengan hasil yang bervariasi. Sebuah tinjauan sistematis pada Annals of Internal Medicine menyimpulkan bahwa secara statistik tidak ada efek yang bermakna dari rasio odds (OR) antara keberhasilan pengobatan dibandingkan dengan kontrol 1,29 (95% CI, 0,89-1,89; P = 0,18). Tidak ada efek yang terlihat setelah disesuaikan untuk heterogenitas dan untuk mengatasi H. pylori. Sebaliknya, review Cochrane menemukan meskipun kecil tapi secara statistik signifikan dalam mengobati gejala (mengatasi H. pylori  vs plasebo, masing-masing 36% vs 30%,). [12] [13]

Penyakit sistemik [ sunting ]

Ada sejumlah penyakit sistemik yang mungkin melibatkan dispepsia, meliputi penyakit koroner, gagal jantung kongestif, diabetes mellitushiperparatiroidisme, penyakit tiroid, penyakit ginjal kronis dan kelelahan adrenal . [14]

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Indigestion

Ingin pulih dispepsia ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian-asam-lambung/

Gejala Dispepsia ?

 

Dalam kebanyakan kasus, riwayat klinis klien jarang digunakan untuk membedakan mana dispepsia yang disebabkan oleh organik dan yang fungsional.

Sebuah tinjauan sistematis literatur akbar baru-baru ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas dari diagnosa dispepsia organik secara opini klinis dibandingkan dengan model komputer pada pasien yang dirujuk untuk melakukan endoskopi bagian atas.

Model komputer didasarkan pada demografi pasien, faktor risiko, riwayat dan gejala penyakit. Studi ini menunjukkan bahwa baik kesan klinis ataupun model komputer, mampu membedakan antara penyakit organik dengan fungsional secara memadai.[Rujukan?]

Dalam penelitian terbaru, pasien dengan penyakit ulkus peptikum dibandingkan terhadap pasien yang mengalami dispepsia fungsional.

Meskipun pada kelompok dispepsia fungsional dilaporkan mengalami perasaan penuh pada perut bagian atas, mual dan secara keseluruhan mengalami kesusahan dan kecemasan yang lebih besar, namun hampir semua gejala yang sama terlihat pada kedua kelompok.

Oleh karena itu, menjadi tugas yang menantang bagi dokter untuk memisahkan pasien yang diduga memiliki gangguan organik dari pasien yang memiliki dispepsia fungsional yang diberi pengobatan simptomatis empiris, sehingga menjamin pengujian diagnostik lebih lanjut.

Pemeriksaan harus ditargetkan untuk mengidentifikasi atau menentukan penyebab spesifik.

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Indigestion

Ingin bebas dispepsia ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian-asam-lambung/

Gangguan Pencernaan ?

Gangguan pencernaan, juga dikenal sebagai dispepsia, adalah kondisi dimana pencernaan[1] mengalami gangguan.

Gejalanya meliputi : perut terasa penuh, mulas , mual, sendawa, atau sakit perut[2] bagian atas. Terkadang orang-orang juga merasa perut penuh sejak awal mau makan. [3]

Dispepsia adalah masalah umum dan sering disebabkan oleh penyakit gastroesophageal reflux (GERD) atau gastritis . [4]. 

Hal tersebut dapat merupakan gejala awal dari penyakit ulkus peptikum (tukak lambung perut atau usus dua belas jari ) dan terkadang kanker .

Oleh karena itu, adanya tanda tanda dispepsia atau gejala mengkhawatirkan lainnya pada usia diatas 55 tahun, mungkin memerlukan penyelidikan lebih lanjut. [5]

Gangguan pencernaan fungsional (sebelumnya disebut nonulcer dyspepsia) [6] adalah gangguan pencernaan yang gejala organiknya tidak dapat ditunjukkan. [7]

Diperkirakan, gangguan pencernaan fungsional mempengaruhi sekitar 15% dari populasi umum di negara-negara Barat. [ 6]

Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Indigestion

Ingin bebas dispepsia ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian-asam-lambung/