Komunikasi antar Pasangan ?

Pernahkah Anda terlibat pertengkaran yang tidak perlu dengan pasangan ?

Biasanya hal tersebut dipicu oleh hal hal yang tidak penting seperti lupa mematikan kran air, tidak mengembalikan gunting ketempat semula, meletakkan handuk basah di tempat tidur, lupa mematikan lampu, dandan kelamaan, mematikan rokok pasangan, mengubah saluran TV tanpa ijin pasangan, menyodorkan alat cukur ke suami, buang angin ataupun sendawa di depan pasangan dsb.

Meskipun terkesan sepele, namun pertengkaran tersebut menjadi indikasi adanya gangguan komunikasi antar pasangan dimana maksud baik ataupun ketiadaan maksud buruk pasangan, dipersepsikan negatif oleh pasangan lainnya.

Adapun penyebabnya bisa bermacam macam, antara lain :

  1. Perbedaan kebiasaan yang dibawa oleh masing masing pribadi, sebelum menikah
  2. Struktur kalimat yang tidak efektif sehingga terkesan meng-kritik atau memberi perintah
  3. Cara penyampaian yang bersifat merendahkan ataupun menyerang karakter pasangan
  4. Maksud baik yang diharuskan, padahal pasangan belum ingin melakukannya
  5. Perbedaan kecepatan dalam berubah, akibat skala prioritas yang berbeda
  6. “Timing” penyampaian yang tidak tepat sehingga mempermalukan pasangan
  7. Perbedaan sudut pandang dan tingkat kepentingan masing masing pasangan
  8. Pasangan sedang fokus pada hal lain seperti TV, game, SMS, internet dll.

Untuk itu perlu disadari sejak awal bahwa tujuan pernikahan adalah suami harus menjadi sumber nyaman bagi istri dan istri harus menjadi sumber nyaman bagi suami.

Jadi pernikahan tidak dimaksudkan untuk saling menyeragamkan pasangan, melainkan cuma saling melengkapi.

Ingin keluarga harmonis ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Penganiayaan Anak ?

Tingginya kasus penganiayaan ataupun penelantaran anak dapat dijadikan indikasi rapuhnya lembaga perkawinan sebagai sebuah lembaga pelahir generasi unggul (perlu diteliti lebih lanjut).

Padahal dari kelahiran generasi yang bebas trauma inilah kita bisa berharap banyak memiliki generasi penerus yang sehat, cerdas, produktif dan bahagia.

Sayangnya, keterampilan dalam mengasuh anak (parenting skills), keterampilan hidup (life skills), keterampilan memecahkan masalah (problem solving skills)  belum terintegrasi dalam sistem pendidikan dan kesehatan nasional sehingga kebanyakan pasangan muda belum memiliki persiapan saat masalah keluarga tiba.

Akibatnya mudah ditebak, mereka cenderung tanpa sadar kembali menggunakan pola asuh yang pernah mereka kenal, persis seperti cara cara orang tua mereka dulu membesarkan dirinya, padahal situasinya sudah tentu sangat jauh berbeda.

Untuk itu sebelum menikah, pastikan Anda menyadari adanya dua hal yang dapat mengancam kesehatan emosi calon putra putri Anda yaitu hambatan pribadi, hambatan yang dimiliki oleh masing masing pasangan seperti gangguan kecemasan, mudah panik, takut, depresi, malas, kebiasaan buruk, kecanduan dsb. serta hambatan komunikasi, hambatan yang timbul saat perbedaan sifat / karakter dipadukan dalam sebuah lembaga perkawinan.

Ingin bebas penganiayaan anak ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/

Maaf, Tolong dan Terima Kasih ?

Meski terkesan sepele, tiga kata “maaf”, “tolong” dan “terima kasih” adalah tiga kata sakti dalam kehidupan.

Adapun penerapannya, biasanya dikaitkan dalam konteks sosial. Ketiga kata sakti tadi dapat dijadikan jembatan komunikasi yang sangat efektif dengan pihak lain.

Ketiga kata sakti tadi dapat menembus mekanisme pertahanan diri pihak lain, khususnya pihak asing yang baru dikenal. Dalam konteks budaya, ketiga kata sakti tadi dapat dijadikan indikator apakah seseorang berpendidikan atau tidak, bahkan lebih jauh lagi dapat digunakan untuk menilai kualitas kepribadian orang-tua ybs.

Meski ketiga kata tersebut dapat diucapkan oleh siapa saja, kapan saja dan untuk tujuan tertentu, namun yang membedakannya terletak pada “ketulusannya”.

Seseorang yang telah dididik untuk mengucapkan ketiga kata sakti tersebut sejak kecil, biasanya akan terasa lebih spontan, lebih tulus dan lebih ramah.

Ketiga kata sakti inilah yang kelak dikemudian hari dapat membuat seseorang lebih dihargai, dihormati dan disegani oleh pihak lain.

Ingin menjadi pribadi yang sopan ? KLIK > https://atomic-temporary-10061447.wpcomstaging.com/kesaksian/