Serbu !

Ternyata mengirim ratusan ribu TKI keluar negeri tidak membuat martabat Indonesia dihargai !

Bagaimana kalau yang kita kirim ke luar negeri sekarang adalah ratusan ribu manajer kelas dunia, ratusan ribu konsultan kelas dunia, ratusan ribu penyanyi dan musisi kelas dunia, ratusan ribu profesional kelas dunia, ratusan ribu atlit kelas dunia ?

Bagaimana biar rakyat Indonesia hingga pejabat negaranya pada pintar pintar ?

Oh ya….anggaran pendidikan yang 20% APBN segera direalisir.

Serbu !

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Kecerdasan Perusahaan

Definisi Kecerdasan Perusahaan versi Howard Gardner adalah kemampuan perusahaan dalam memecahkan masalah, menghadapi tantangan atau menciptakan produk produk berharga. (Frames of Mind, New York: Basic Books, 1993).

Persoalannya adalah pengetahuan dan keahlian tersebar dalam banyak fungsi di perusahaan sehingga “kemampuan” perusahaan sangat ditentukan oleh seberapa harmonis perpaduan (resultante) antar fungsi perusahaan atau kualitas interaksi antar fungsi perusahaan (sistem). Lihat artikel : Corporate Culture.

Berdasarkan penelitian Jac Fitz-Enz, “The Truth About Best Practice :What They Are and How to Apply Them,” Human Resources Management, 1997, terhadap enam ratus perusahaan dilebih dari dua puluh industri, memiliki perusahaan cerdas terbukti memberikan “keuntungan” secara ekonomis. Variable penelitian meliputi profitabilitas, lama usaha, volume dan indeks kinerja lain yang sejenis.

Diantara perusahaan perusahaan sukses, ditemukan kesamaan pola dalam pengelolaan sumber daya manusia meliputi :

– Keseimbangan antara aspek kemanusiaan dan aspek keuangan dalam agenda perusahaan
– Komitmen perusahaan terhadap strategi dasar
– Prakarsa untuk merangsang peningkatan kinerja
– Komunikasi yang terbuka dan saling percaya di antara partisipan
– Membangun hubungan didalam dan diluar kerja yang menawarkan keunggulan kompetitif
– Kolaborasi, saling dukung dan saling berbagi sumberdaya
– Inovasi, keberanian mengambil resiko dan kesediaan belajar bersama
– Gairah untuk bersaing dan terus memperbaiki diri. (Jac Fitz-Enz, The Eight Practices of Exceptional Companies, New York: American Management Association, 1997).

Menariknya adalah terdapat kesamaan antara “kecerdasan sistem” perusahaan perusahaan unggulan dengan “kecerdasan sikap” individu yang memiliki kinerja prima.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Pendistribusian Anggaran Belanja ?

Artikel kami berjudul “Kinerja Karyawan Menurun ?” yang juga dimuat di milis Diskusi-Kepemimpinan memperoleh tanggapan positif dari Sdr. Heriyanto.

Berikut ini tanggapan kami :

Salam kenal buat bung Heriyanto.

Terima kasih atas sharingnya dan sangat inspiratif.

Saya sangat setuju dengan pendapat Anda khususnya pada pembentukan jati diri yang on track (meminjam istilah Anda).

Hanya harus diakui bahwa kebanyakan di Indonesia, ilmu “berani hidup” selama ini masih diperoleh secara alamiah dan situasional tergantung dari kebiasaan keluarga, sekolah, tetangga, lingkungan kerja yang nota bene juga terbentuk secara alamiah.

Padahal “kecerdasan emosional” ataupun “kecerdasan sikap”, sebagai sebuah keterampilan hidup dapat dirancang, direkayasa (baca : dikondisikan) sesuai output yang diinginkan. Bahkan dinegara maju hal tersebut sudah dilembagakan dalam bentuk pusat pengembangan kreatifitas, lembaga riset produktifitas, pusat pengembangan budaya kerja dsb.

Kalaupun posting anggaran pendidikan RI yang 20% APBN jadi (?) dikeluarkan, seharusnya pendistribusian sebahagian besar anggaran difokuskan pada pemberdayaan SDM, life skill education, entrepreneurship dsb.

Demikian pula perusahaan perusahaan yang telah memiliki kepedulian (anggaran) dalam pengembangan SDMnya, sebaiknya porsi pelatihan yang berhubungan dengan motivasi, kecerdasan sikap, team building diperbesar dan dilakukan secara kontinyu. Dengan demikian saat karyawan mulai menyadari bahwa “kompetensi” merupakan kebutuhan pribadi, karyawan telah siap membiayai sendiri pelatihan tehnis, melanjutkan kuliah dsb. Sehingga anggaran pelatihan perusahaan dapat dihemat dan digunakan untuk pelatihan pelatihan khusus.

Pada skala rumah tangga, dari sebahagian penghasilan yang dimiliki perlu pula dianggarkan untuk memenuhi kebutuhan “gaya hidup” membaca, pelatihan ekstra tentang pendidikan anak, ilmu komunikasi dan manajemen berkeluarga dsb.

Insya Allah, pembentukan jati diri Anak Indonesia, keluarga Indonesia, karyawan perusahaan Indonesia selalu “di jalur” seperti yang kita inginkan. Amien.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/