Manajemen Diri ?

Tantangan terbesar pengembangan SDM Indonesia terletak pada pengembangan metode / cara mengelola diri sendiri, manajemen pikiran / perasaan, tehnik berfikir kreatif, dsb. Belum banyak lembaga lembaga yang secara khusus menangani hal tersebut. Contoh di Angkatan Bersenjata Amerika Serikat terdapat sebuah regu akademisi dan spesialis intelegensi NATO yang khusus meneliti, menghimpun dan mengelompokkan semua metode berpikir inventif, kreatif dsb.

Lambatnya  SDM Indonesia dalam menemukan jati dirinya disebabkan belum disosialisasikan tehnik tehnik tsb. di lingkungan terkecil yaitu keluarga. Contoh paling sederhana adalah apakah pemahaman tentang “rencana”, tentang “resiko”, tentang “kendali diri”, tentang “luar kendali”, tentang “membuat pilihan”, tentang “membangun jaringan” sudah diajarkan sebagai “variabel” yang perlu ditumbuh kembangkan.

Selama ini memang sudah diterapkan didalam kehidupan sehari hari secara alami, akan tetapi masih bersifat trial and error atau biasa disebut dengan “kebiasaan  keluarga” atau seperti yang biasa “orang tua saya ajarkan”.  Itu sebabnya keunggulan keunggulan tsb. masih tersimpan sebagai “pusaka” keluarga, belum sebagai cabang keilmuan. Sehingga bagi keluarga yang sudah menemukan “cara” mengembangkan perusahaan hanya dikuasai oleh keluarga ybs. Demikian pula dengan “cara-cara” lainnya seperti “cara” memotivasi anak agar rajin belajar, “cara” agar hubungan suami istri harmonis, “cara” agar karyawan termotivasi, “cara” agar sukses mencapai target, “cara” mengelola stress, “cara” mengelola resiko, “cara” agar rajin dsb.

Ilmu mengenai “manajemen diri” memang bersifat sangat individual. Akan tetapi saat ini sudah cukup banyak perusahaan yang menyadari betapa kemampuan individu dalam mengelola lingkungan terkecilnya (baca : keluarga) akan berpengaruh pula dalam pencapaian prestasi di pekerjaan. Sering disela sela momen family gathering, rapat anggaran, ilmu mengenai manajemen diri diperkenalkan. Momen lain yang tidak kalah pentingnya adalah saat proses rekrutmen ataupun saat promosi jabatan, karena pada suasana hati yang sedang sangat gembira biasanya individu “siap” untuk dikenalkan dengan hal hal yang positif.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s