Berpuas diri ?

“Tidak cepat berpuas diri” berbeda dengan “diri yang tidak pernah puas”.

Tidak cepat berpuas diri mendorong orang untuk terus menerus meningkatkan prestasinya. Terus menerus meningkatkan prestasinya berarti terus menerus meningkatkan derajat kemuliaannya dan berarti pula mengaktualisasikan potensi diri yang telah Tuhan anugerahkan.

Sebaliknya, cepat puas diri merupakan indikasi dari rendahnya dorongan mencapai prestasi. Cepat berpuas diri membuat diri berhenti pada zona nyaman dan merasa telah melakukan banyak hal dari yang seharusnya masih dapat kita capai. Cepat berpuas diri justru membuat kita menyia nyiakan anugerah luar biasa yang Tuhan berikan kepada kita.

Cepat berpuas diri berbeda dengan “bersyukur”, walaupun sama sama terjadi setelah pencapaian. Cepat berpuas diri membuat kita tidak bersyukur dan tidak cepat berpuas diri melambangkan kita selalu beryukur.

Alam Nasyrah (Melapangkan) Surat ke 94 (ayat 1-8) :

  • Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu
  • dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu,
  • yang memberatkan punggungmu
  • dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu
  • Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
  • sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan
  • Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh sungguh (urusan) yang lain
  • dan hanya kepada Tuhanmu-lah hendaknya kamu berharap.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s