"Anda merebut makanannya !"

Luar Biasa !

Kiranya itulah padanan kata yang tepat atas upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pemberantasan korupsi.

Beberapa waktu yang lalu saya sering membaca iklan setengah halaman berwarna di sebuah harian ibukota tentang “Korupsi Membunuh Bangsa”, “Anda merebut makanannya” yang dipasang oleh KPK.

Memang akan menjadi sangat efektif jika sosialisasi pemberantasan korupsi juga disertai publikasi penuntasan kasus kasus korupsi yang telah di putuskan pengadilan sehingga semakin menimbulkan keyakinan bahwa apa yang disampaikan oleh masyarakat ke KPK benar benar akan ditindak lanjuti.

Sebagai sebuah penyakit sosial, Servo mengelompokkan kebiasaan buruk korupsi dalam kelompok Fobia Miskin atau Kecanduan Harta dengan Cara Haram.

Korupsi dapat terjadi disebabkan oleh :

1. adanya kesempatan : biasanya disebabkan oleh lemahnya sistem administrasi ataupun pengendalian internal
2. adanya kemauan ataupun kebutuhan : trauma kemiskinan yang menyebabkan seseorang mudah di iming imingi (fobia miskin)
3. buruknya kualitas Emotional Quotien (EQ) ybs. yang diakibatkan oleh rendahnya kualitas penghayatan moral (bukan pendidikan moral), pemrograman mental (bukan ilmu jiwa) ataupun pengamalan agama (bukan pendidikan agama).
4. lemahnya penegakan hukum : hukum dapat di belokkan ataupun dapat dibeli.

Jika sudah kebiasaan korupsi sudah berubah menjadi “kecanduan” maka tidak ada satupun “obat ataupun nasihat” terbaik yang dapat menyembuhkan “kecanduan korupsi” sekalipun sanksi sosial dengan cara ditayangkan di TV ataupun sanksi hukum akhirat, kecuali memang diinginkan oleh yang bersangkutan. Bahkan ancaman hukuman mati sekalipun, kadang sudah tidak lagi menakutkan.

Untuk itu hal mutlak yang harus dikendalikan oleh pemerintah adalah melalui pengendalian tertib anggaran / tertib administrasi,
Disisi lain perlu pula diberikan kanal kanal “pertobatan” berupa pengampunan disertai pengembalian seluruh kekayaan hasil korupsi serta kewajiban mengikuti terapi, disertai kompensasi berupa keringanan hukuman jika ybs. mau berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi.

Diberikan pendidikan mengenai Good governance, serta pemrograman Kecerdasan Emosi (EQ) dilembaga lembaga yang dikontrol oleh pemerintah.

Juga diperlukan adanya jaminan perlindungan hukum bagi pelapor ataupun terapis yang dapat membantu koruptor menghilangkan kebiasaan buruk korupsinya.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s