Tinggalkan atau Ubah Minat Anda !

01/03/2007

Idealnya, kita mendapatkan pasangan, jurusan kuliah, bidang pekerjaan sesuai dengan yang kita sukai !

Dengan mendapatkan sesuatu sesuai yang kita inginkan, seolah kita jadi lebih mudah menjalaninya dan memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik.

Akan tetapi tidak semua orang “beruntung” memiliki perjalanan hidup, kesempatan atau pilihan yang sesuai dengan yang diinginkan, bahkan dapat terjadi pilihan yang pada awalnya dikira telah sesuai, ternyata ditengah perjalanan berubah.

Misal pasangan hasil pilihan sendiri, ternyata setelah menikah dirasa berubah menjadi “monster” yang menakutkan. Atau dapat terjadi, kita baru menyadari kuliah dijurusan yang salah setelah 3 tahun. Atau yang lebih parah ternyata kita bekerja selama puluhan tahun pada bidang yang salah tetapi terpaksa menjalaninya karena telah memiliki tanggung jawab keluarga.

Jika demikian pilihannya adalah :”Tinggalkan atau Ubah Minat Anda !”

Dulu kita sering memperoleh masukan untuk “paksa” diri Anda atau “lawan” perasaan tersebut. Akibatnya “kesakitan” yang akan kita rasakan. Mengapa demikian ?

Karena terjadi konflik kepentingan atau tarik tarikan antara rasa marah pada orang yang memaksa dengan rasa marah pada diri sendiri karena “tidak berdaya”.

Jangan paksakan diri Anda melakukan pekerjaan atau membuat pilihan yang tidak Anda sukai. Ada cara lain yang lebih menyenangkan sebelum Anda menyukainya yaitu “ubah” lebih dulu minat Anda.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Iklan

6 Responses to “Tinggalkan atau Ubah Minat Anda !”

  1. aghnia Says:

    dengan hormat,
    saya ingin konsultasi. nama saya aghnia usia 17 tahun.
    saat ini saya sedang mengalami hal yang lumrah dialami bagi siswa kelas XII SMA, yakni pemilihan jurusan.
    saya benar2 bingung ingin masuk jurusan mana saat kuliah nanti.
    bagaimana cara terbaik untuk memilih jurusan yang tepat agar saya tidak salah jurusan?
    terima kasih.

    • Servo Clinic Says:

      Coba dirasakan kembali, bidang apa yang lebih disukai apakah yang lebih berifat analitis, sistimatis, logis sehingga diperlukan pemikiran, pengamatan dan perencanaan, pilihlah bidang eksakta. Namun jika bidang yang disukai lebih bersifat imajinatif, visualisatif, kreatif, spontan pilihlah bidang yang mengandung aspek seni dan budaya (non eksakta).

      Coba dapatkan informasi sebanyak mungkin mengenai ruang lingkup mata pelajaran (silabus) melalui internet, variasi jenis pekerjaan para lulusannya dan lakukan wawancara langsung dengan para lulusannya dan yang tidak kalah penting lakukan kunjungan langsung ke fakultas atau kantor kenalan. Rasakan suasana kampus, udara, kantin, perpustakaan, tempat nongkrong, kursi ruang tunggu dengan menggunakan panca indra, jika timbul rasa nyaman, gembira dan bahagia, kemungkinan itulah kampus idaman Anda.

      Rasa nyaman pada tahap persiapan menjadi sangat penting, karena membuat diri kita menjadi lebih siap dalam “menikmati” proses kuliah sehingga berpotensi menjadi yang terbaik di bidang yang paling kita sukai.

      Contoh 1. Kita sendiri yang memilih bidang apa yang kita sukai dan setuju untuk menjalaninya, Insya Allah dikemudian hari lancar.
      Contoh 2. Kita sendiri belum tau bidang apa yang akan kita tekuni, kemudian orang tua, tetangga, teman, memberi masukan dan kita setuju untuk menjalaninya dan setuju mengambilnya sebagai keputusan / pilihan pribadi, Insya Allah dikemudian hari juga tidak ada masalah.
      Contoh 3. Kita sendiri yang memilihnya, namun kemudian menyesalinya, maka dikemudian hari berpotensi timbul masalah.
      Contoh 4. Kita dipaksa oleh orang tua dan terpaksa menyetujuinya, maka dikemudian hari berpotensi timbul masalah.

      Jadi letak persoalannya, bukan pada soal jurusan atau fakultas apa yang nantinya akan kita tekuni, melainkan terletak “persetujuan” atau “kesediaan” diri kita apakah kita bersedia menjalaninya sebagai keputusan pribadi, bersedia menyempurnakannya dan bersedia menerima apapun resikonya.

  2. Emmy Says:

    saya memiliki banyak masalah saya merasa berbeda saya dibilang bodoh ,tidak berguna dll
    saya banyak dituntut orang tua mengenai nilai akademis saya di kampus walaupun kuliah bukanlah keinginan saya lalu saya pun kuliah dan dikampus saya menemui banyak masalah lewat kawan yang sangat sombong dan culas saya menjauh dan terkucil akhirnya yaa di sebabkan faktor ekonomi juga jika saya berteman dengan mereka harus pergi dan pasti mengeluarkan uang tapi orangtua tidak pernah memberikan uang lebih dirumah saya habis kan waktu utk mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu mengepel dll waktu saya tersita dan saya kurang bergaul akibatnya dan lagi masalah cinta saya trauma dengaan kish cinta yang selalu tidak pernah jelas .tolong di bals pak !

    • Servo Clinic Says:

      Berharap punya orang-tua yang bijak dan kaya, berharap punya teman yang baik dan tidak culas, berharap punya pacar yang ganteng dan setia adalah hal yang berada di luar zona kendali kita, namun memilih untuk menjadi pribadi yang baik, pintar, menarik, amanah, punya banyak kemampuan, mudah bergaul, berguna bagi orang lain adalah hal yang bisa kita lakukan.

      Jadi fokus saja diri kita yang berubah, sedang orang lain ataupun lingkungan, serahkan atau paling tidak mohon pada Allah Swt.

  3. Taufik Aditya Says:

    Saya mahasiswa umur 21 tahun
    Saya sering memiliki masalah dengan diri saya sendiri terkadang saya merasa kesepian dan banyak sekali beban yg menumpuk pada saya hingga membuat saya menjadi seperti bukan saya sendiri, bahkan saya pernah berpikir seperti bukan berada pada tubuh sendiri, perasaan saya seperti mengambang. Saya tidak memiliki banyak teman, bahkan beberapa dari mereka hanya mendekati saya jika ada maunya. Kuliah di jurusan sastra inggris bukan minat utama saya, saya sebenarnya ingin menjadi dokter atau masuk jurusan design grafis namun saya tidak bisa karena faktor orang tua. Semakin lama.kehidupan kuliah menjadi sangat jenuh, teman tidak ada, ipk nilainya jelek, bahkan dosennya menyeblkan bagi saya. Saya merasa hancur kuliah saya. Saya tinggal di rumah nenek saya selama kuliah, dan terkadang saya seringkali diomongin dari belakang oleh paman saya menjelek jelekan saya dengan sarkas, hal ini membuat saya tidak betah berada di rumah dan ingin mengurung diri di kamar terus. Saya memiliki hobi membuat kerajinan dari macam macam.bahan namun saya seringkali di marahi jika mulai berkreasi di rumah alasannya mengotori rumah hingga mengganggu ketenangan. Saya memiliki pacar dan pacar saya benar benar sangat posesif, mungkin tidak posesif secara langsung tapi selalu saja ingin ini itu, seandainya saya tidak berikan ia langsung ngambek, ia bilang tida apa apa tapi beberapa saat kemudian langsung marah marah dan ngambek ke saya, seringkali saya menuruti permintaan dia namun ia tidak pernah balik menuruti permintaan saya, seakan akan ia menganggap saya tidak memiliki waktu saya sendiri, hasilnya saya mengorbankan waktu saya untuk dia. Dalam kuliah saya tidak bisa berorganisasi karena dia, sempat saya ikut kegiatan teater ia marah marah kepada saya karena saya menginap di kampus dan tidur bersama perempuan, padahal pada saat itu saya tidur disana tidak hanya saya laki laki seorang diri dan itupun terpaksa karena teaternya dimulai pada pagi hari. Oleh karena itu saya tidak bisa ikut organisasi lagi karena tidak mau ia menjadi marah. Saya memiliki masalah dalam hal ini dan menceritakan semua kepada orang tua saya namun tidak ada solusinya mereka hanya berkata sabar. Saya sudah cukup sabar selama 3 tahun ini dan memendam rasa ingin marah, kesal, jenuh, sedih. Saya harus pura pura terus tersenyum bertahan dalam beban saya ini namun kali ini saya tidak sanggup lagi bertahan. Saya bingung bagaimana menyampaikan keinginan saya dan merubah diri saya. Saya kehilangan sosok jati diri saya yg dulu yg selalu ceria kini menjadi pemurung, diam, dan selalu dimanfaatkan.
    Saya bingung harus bagaimana membuat hidup saya kembali tenang, tanpa harus menyakiti perasaan orang lain.
    Oleh karena itu saya minta tolong solusinya dalam masalah saya ini.

    Terima kasih

    • Servo Clinic Says:

      Berharap orang lain yang berubah hanyalah untung-untungan dan jauh lebih pasti jika kita sendiri yang berubah.

      Fikirkan kemungkinan untuk meminta bantuan profesional dan untuk itu bicaralah ke orang-tua. Syukur-syukur jika mereka bersedia mendukung secara finansial atau paling tidak mereka jadi mengerti bahwa Anda sedang membutuhkan pertolongan dan tidak menganggap Anda sebagai pembuat onar.

      Jika biaya jadi kendala, Anda dapat membaca buku buku motivasi di toko buku ataupun bergabung dengan berbagai komunitas berbagi solusi di media sosial.

      Pastikan yang Anda ikuti adalah komunitas berbagi solusi, bukan komunitas curhat (baca : mengeluh), karena hal tersebut justru dapat semakin melemahkan Anda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s