Percaya Diri ?

01/03/2007

*”Percaya diri itu skill, konsep dan paradigma. Bukan hanya bisa dirasakan,
akan tetapi juga bisa dipahami dan bisa dipelajari.”*
*Ikhwan Sopa*

*Tips #133:
Seven Habits of Highly Confidence People*

Disarikan dari dunia nyata.

Para pakar dalam bidang manajemen, leadership, motivasi, enterpreneurship,
dan tentu saja komunikasi, telah lama terganggu oleh sebuah pertanyaan yang
amat menggelitik. Pertanyaan itu adalah,

“Apa jadinya jika Anda punya target, dan Anda tahu bahwa Anda tidak mungkin
gagal mencapainya?”

Dapat menjawab pertanyaan itu dengan seyakin-yakinnya, tentulah sesuatu yang
amat menggembirakan bagi siapa saja.

Apa yang sebenarnya menentukan jarak antara Anda dan target Anda?

Jarak itu ditentukan oleh beliefs, alias berbagai keyakinan yang Anda pegang
dan melekat pada jati diri Anda. Perhatikanlah bahwa semua keyakinan itu
berfokus pada diri sendiri. Dengan kata lain, jarak antara Anda dan target
Anda, ditentukan oleh rasa percaya diri Anda. Makin Anda percaya diri, maka
Anda makin mendekati target Anda.

Orang yang sukses, dijamin pasti percaya diri. Dan ketahuilah, untuk
mencapai sukses, Anda juga memerlukan rasa percaya diri. Maka, tingkatkanlah
selalu rasa percaya diri Anda, agar meningkat pula sukses Anda.

Ada banyak cara untuk mencapai tingkat yang lebih baik dalam rasa percaya
diri. Dari manakah Anda harus memulainya?

Status yang lebih baik dalam rasa percaya diri, bisa diperoleh dengan
mencapai rasa percaya diri yang lebih baik dalam berkomunikasi. Mengapa?
Karena Anda adalah makhluk komunikasi.

1. Anda berkomunikasi secara *eksternal* dengan orang lain, untuk bekerja
sama dan saling mendukung guna mencapai kesuksesan. Efektifitas Anda,
tergantung pada bagaimana Anda mengkomunikasikan segalanya. Ingatkah Anda,
bahwa sebagian besar konflik muncul karena miscommunication? Lupakah Anda,
bahwa kesuksesan kerjasama berawal dari kesepahaman? Dari situlah inspirasi
istilah MOU dilahirkan.

2. Anda berkomunikasi secara *internal* untuk melakukan pembenahan dalam
beliefs sistem, self esteem, self affirmation, self aspirations, self tuning
up, dan mind setup, sehingga Anda bisa mendapatkan mind setting yang tepat.
Mind setting yang tepat adalah kunci stamina Anda. Mind setting adalah bekal
mutlak Anda.

Jika Anda berhasil menggapainya, maka Anda akan mencapai tingkat percaya
diri yang lebih baik dalam keseluruhan hidup Anda. Itu sebabnya, orang yang
lebih percaya diri dalam berkomunikasi, cenderung lebih sukses dalam apapun
yang ia jalani dan kerjakan.

Berikut ini adalah tujuh kebiasaan, yang menjadi karakteristik dari
orang-orang yang percaya diri dalam berkomunikasi. Semua karakteristik ini,
identik dengan karakteristik dari orang-orang yang besar dan sukses.

*KEBIASAAN 1: SELALU BENAR-BENAR MERASAKAN RASA PERCAYA DIRI*

Sesuai istilahnya, rasa percaya diri adalah tentang perasaan Anda terhadap
keseluruhan diri Anda. Anda bisa merasakan emosi Anda, pikiran Anda,
perkataan Anda, perbuatan Anda dan gejala fisik pada diri Anda. Rasa percaya
diri adalah sebuah fenomena yang holistik dan integral. Kondisi ini, akan
dicapai sejalan dengan makin efektifnya seseorang berkomunikasi secara
internal. Berkomunikasi dengan dirinya sendiri.

Jika Anda berpikir bahwa Anda telah percaya diri, maka itu belum sepenuhnya
percaya diri. Sebab itu baru percaya diri dalam bentuk wawasan. Rasa percaya
diri yang baru di tingkat kognitif. Bagaimanakah orang lain bisa mendukung
Anda, di dalam ketidaktahuan mereka tentang integritas dan kompetensi Anda,
jika Anda tidak pandai dalam mengkomunikasikan pikiran Anda?

Jika Anda telah percaya diri di dalam perkataan, tapi Anda melakukannya
dengan deg-degan atau dengan tangan yang gemetaran, Anda jelas tidak akan
menyakinkan. Bagaimana orang bisa meyakini Anda, sementara Anda begitu jelas
terlihat tidak percaya diri? Bagaimana orang bisa menyerahkan urusannya
kepada Anda, jika Anda sendiri menunjukkan keragu-raguan akan hasil
akhirnya?

Jika Anda telah merasa percaya diri, akan tetapi Anda lebih banyak diam pada
saat mestinya tidak diam, maka Anda akan kesulitan. Bagaimanakah orang-orang
di sekitar Anda akan memahami visi dan misi Anda? Apa yang bisa mereka
lakukan dalam ketidakpahaman mereka? Maka, Anda haruslah pandai dalam
menyampaikannya.

Jika Anda telah percaya diri secara holistik dan integral, maka Anda memang
benar-benar merasakan percaya diri itu secara menyeluruh. Anda akan terlihat
percaya diri, dan orang lain akan melihat bahwa Anda percaya diri. Anda
merasa percaya diri, dan orang lain akan merasakan bahwa Anda percaya diri.
Efeknya, Anda akan membuat orang lain menjadi ikut percaya diri. Rasa
percaya diri, adalah salah satu “penyakit” yang paling menular.

Dengan percaya diri yang terstruktur dan tersistematis, Anda akan menebar
aura rasa percaya diri ke sekitar Anda.

Cobalah Anda mengeluh kepada orang-orang di sekitar Anda, dan tunjukkan
bagaimana Anda tidak percaya diri menghadapi masa depan perusahaan. Lalu,
lihatlah efeknya pada performa semua orang di sekitar Anda. Buruk.

*KEBIASAAN 2: SELALU MAMPU MENURUNKAN TINGKAT FEAR DAN ANXIETY SECARA
DRASTIS*

Bagi diri Anda sendiri, rasa percaya diri yang lebih baik, akan memudahkan
perjalanan Anda yang penuh dengan kendala dan hambatan. Dengan rasa percaya
diri yang lebih baik, Anda akan dengan mudah menurunkan tingkat
keragu-raguan ke titik minimum.

Ibarat pelumas, rasa percaya diri akan membuat perjalanan Anda mulus, smooth
dan enjoyable. Anda tenang, Anda senang dan Anda bisa menikmati perjalanan
menuju sukses Anda. Anda, bisa tetap berjalan dengan tingkat kekhawatiran
yang rendah. Berbagai risiko Anda, juga akan semakin rendah. Sebab, sebagian
besar dari risiko yang akan Anda hadapi, tidak lebih dan tidak kurang
hanyalah persoalan persepsi. Dan resep terbaik untuk salah persepsi,
hanyalah rasa percaya diri.

Bagi orang lain, Anda yang penuh rasa percaya diri akan menjadi oase
penyegar jiwa yang tak akan ada habisnya. Andalah contoh stamina. Andalah
yang akan menjadi tempat mereka untuk mengadu. Kepada Andalah, mereka akan
mencari solusi. Kepada Anda mereka akan meminta nasehat. Andalah pemimpin
yang menjadi obat. Andalah teman yang menjadi penyelamat. Anda akan menjadi
inspirator dan motivator.

Saat orang-orang di sekitar Anda merasa was-was, apa yang perlu mereka
lakukan untuk menghilangkan itu semua, hanyalah menatap wajah Anda,
mendengarkan bicara Anda, dan melihat bagaimana Anda bekerja. Mereka akan
segera berbaris rapi di belakang Anda.

Andalah sang pemimpin yang punya kharisma.

Jika Anda memang pemimpin, maka salah satu tugas terpenting Anda, adalah
menularkan semua keahlian dan pengalaman Anda, agar orang di sekitar Anda
bisa meneruskan jejak langkah Anda. Anda hanya bisa menjalankan tugas besar
itu, jika Anda telah sampai pada tingkatan, yang mampu menghadapi segala
bentuk fear dan anxiety. Jika Anda feared, orang Anda akan lebih feared.
Jika Anda anxious, maka orang Anda akan lebih anxious.

Dengan mencapai tingkat yang lebih baik dalam rasa percaya diri, Anda akan
menjadi orang yang “almugada” bagi mereka. Ya, almugada, apa lu mau gua ada.
Andalah jawaban dari setiap keragu-raguan. Andalah kamus berjalan untuk
segala referensi menghadapi kekhawatiran.

Dengan mencapai tingkatan itu, Anda sudah bisa menapaki anak tangga yang
berikutnya. Anak tangga yang akan membawa Anda ke puncak sukses Anda.

*KEBIASAAN 3: SELALU MAMPU MENGATUR DAN MERUBAH PARADIGMA*

Jika Anda lebih percaya diri, maka Anda akan lebih mudah memperbaiki dan
meluruskan berbagai paradigma di dalam diri Anda. Anda akan lebih mudah
menjadi orang yang sukses. Sebab, Anda punya kekayaan paradigma.

Paradigma Anda yang mendasar adalah paradigma tentang berkomunikasi dan
menjalani hidup. Jika Anda percaya diri, maka Anda akan lebih bisa menerima
pelurusan dan perbaikan paradigma, yang sebenarnya selalu datang kepada Anda
dengan sangat setia.

Dengan kekayaan paradigma, Anda akan lebih mudah dalam meng-encoding dan
men-decoding berbagai pesan dari lingkungan bisnis, sosial, dan pribadi
Anda. Ingatlah bahwa segala hal, adalah tentang memberi dan menerima. Dan
ketahuilah, keduanya adalah fenomena khas dalam berkomunikasi.

Dengan fleksibilitas yang lebih baik saat menunggangi paradigma, dan Anda
akan lebih reseptif, dan Anda akan open minded.

Dengan fleksibilitas semacam itu, Anda akan lebih efisien dengan umur Anda.
Dengan open minded, Anda akan pandai dalam mengambil hikmah dari berbagai
peristiwa dan fenomena. Anda akan bergerak dengan sangat cepat, tanpa
ketinggalan memetik berbagai hikmat dan manfaat. Anda akan lebih mudah
menerima segala sesuatu, apa adanya.

Anda bisa melakukannya, jika rasa percaya diri Anda telah menjadi konsep dan
kerangka kerja.

* (Ya! Pahamilah mulai sekarang, bahwa percaya diri adalah skill, konsep,
dan paradigma. Dengan begitu, ia bisa dipelajari dan diasah. Ia punya
struktur, dan ia punya bentuk yang nyata. Selama ini, Anda mungkin masih
belum melihatnya, dan kemudian meraihnya sejalan dengan proses alamiah karir
Anda. Menjadi supervisor, Anda mulai merasa percaya diri. Menjadi manager,
percaya diri Anda naik lagi. Menjadi direktur, percaya diri Anda bertambah
lagi. Tahukan Anda? Rasa percaya diri Anda bisa melesat ratusan kilometer ke
depan, bahkan di saat Anda masih menjadi pegawai biasa! Dan ketahuilah,
ialah yang akan menjadi lokomotif Anda. Dan tarikannya, alamaak luar biasa!)
*

Jika rasa percaya diri Anda telah menjadi sebuah paradigma, maka apa yang
ada pada Anda, bukanlah rasa percaya diri yang semata-mata alamiah, bukan
pula rasa percaya diri yang tradisional. Bukan rasa percaya diri yang hanya
tumbuh dengan mendompleng bertambahnya kekayaan dan kekuasaan.

Rasa percaya diri sebagai paradigma, adalah rasa percaya diri yang telah
menjadi conceptual framework bagi Anda. Rasa percaya diri yang telah jauh di
depan, yang lebih dekat lagi pada kenyataan kesuksesan. Jauh, jauh lebih
dekat daripada jarak antara fisik Anda dan target Anda.

Itu sebabnya, Stephen Covey di dalam Seven Habits mengatakan, “communication
is the most important skill in life.”

Komunikasi, adalah pintu masuk untuk menuju kekayaan akan paradigma. Lebih
percaya diri berkomunikasi, punya arti bahwa Anda telah membuka pintu itu
lebar-lebar. Untuk paradigma yang masuk, dan untuk paradigma yang keluar.

Dengannya, Anda juga akan menikmati kemudahan dalam menularkan berbagai
paradigma, kepada orang-orang di sekitar Anda. Sebab, Anda tidak lagi
berkacamata kuda. Anda telah terbuka dalam memberi dan menerima. Bukankah
itu, yang menjadi kenyamanan paling berharga bagi mereka?

*KEBIASAAN 4: SELALU MAMPU MENCAPAI “I CAN DO” ATTITUDE DAN “I’M THE BEST”
ATTITUDE*

Dengan rasa percaya diri yang lebih baik, Anda akan selalu bisa mengatakan
dua hal penting untuk sukses Anda:

a. I can do it.
b. I’m the best to do it.

Bagi diri Anda sendiri, Anda akan mampu melakukan apapun yang Anda inginkan.
Hanya satu hal yang Anda pahami, yaitu bahwa batasannya hanyalah kemanusiaan
Anda. Anda akan selalu bisa mengatakan “Saya bisa!”, dengan akurasi yang
tepat dalam mengkomunikasikannya ke dalam jiwa. Jika otak Anda penuh dengan
keraguan, jiwa Anda juga akan meragukan. Akibatnya, diri Anda sendiri pun
tak lagi percaya pada Anda. Inilah, yang disebut dengan “rasa tidak percaya
diri”. Diri yang tak percaya pada diri sendiri. Hasil akhirnya, tentu saja
“saya tidak bisa” dan “saya bukan yang terbaik”.

Dengan rasa percaya diri yang lebih baik, Anda bisa menjadikan dua sikap
positif itu, sebagai penyakit yang paling menular. Seperti semangat yang
juga sama menularnya, dua sikap ini adalah sikap mendasar yang perlu Anda
tularkan kepada siapapun orang di sekitar Anda. Hanya dengan begitu, Anda
benar-benar akan mencapai impian dan harapan Anda.

Anda bisa melakukannya, hanya jika Anda pandai dalam menyampaikan “how” dan
“why” berkaitan dengan kedua sikap itu. Anda akan bisa, hanya jika Anda
makin piawai dalam mengkomunikasikannya. Sebab banyak sekali hal, bukanlah
tentang “apa” melainkan tentang “bagaimana”.

*KEBIASAAN 5: SELALU MAMPU MEMAHAMI DAN MEMANAGE KENDALA DAN HAMBATAN*

Dengan rasa percaya diri yang lebih baik, untuk setiap kendala dan hambatan
yang muncul di hadapan Anda, Anda akan dapat memahami dan memanagenya dengan
lebih baik. Anda tidak larut pada kekhawatiran, Anda juga tidak akan surut
dalam perjalanan, dan Anda tidak akan tenggelam dalam kesulitan.

Keberadaan semua kendala, hambatan dan kesulitan, akan menjadi bagian hidup
yang dapat Anda terima dengan lapang dada. Dengan kelapangan itu, pikiran
Anda lebih jernih. Maka Anda, akan lebih kreatif.

Anda akan bisa menstrukturkan berbagai hal yang menjadi kendala, hambatan
dan kesulitan. Anda akan memahaminya dengan pemahaman yang berorientasi pada
kesuksesan. Anda tidak akan mencampuradukkan berbagai isu. Anda tidak akan
menumbuhkan berbagai kontradiksi. Anda sistematis, dan Anda terstruktur.
Anda pandai memilah, dan Anda pandai memilih.

Anda akhirnya, akan menemukan jalan.

*KEBIASAAN 6: SELALU MANDIRI DAN SELF SUSTAIN DALAM MEMELIHARA SISTEM NILAI*

Dengan kekayaan dalam wawasan dan cara pandang, dengan fleksibilitas yang
tinggi dalam memegang paradigma, yang lahir dari rasa percaya diri yang
lebih baik, Anda akan menjadi orang yang lebih mampu dalam menjaga orientasi
dan sasaran. Anda menjadi manusia “turn around”.

Anda akan punya banyak cara untuk tetap fokus pada tujuan. Anda tidak akan
melenceng dari rel. Anda akan awas terhadap berbagai penyimpangan. Anda akan
selalu aware terhadap potensi threats dan weaknesses. Anda tahu bagaimana
menghindari atau menghadapinya. Anda paham apa yang menjadi strengths, dan
Anda pandai dalam melihat opportunities. Anda paham, bagaimana
memanfaatkannya.

Anda, akan menjadi orang yang mandiri.

Why? Sebab falsafah SWOT Analysis, adalah tentang berbagai fenomena yang
berorientasi pada diri sendiri. Saat Anda berbicara tentang SWOT, percayalah
bahwa Anda sebenarnya sedang berbicara tentang PD.

*KEBIASAAN 7: SELALU MEMILIKI DUKUNGAN MORAL YANG LEBIH BAIK*

Jika Anda terbiasa mendapatkan dukungan moral dari orang-orang di sekitar
Anda, maka dengan rasa percaya diri yang lebih baik, Anda akan mendapatkan
dukungan moral dalam bentuk yang paling baik. Yaitu, dukungan moral dari
dalam diri sendiri.

Apa lagi, yang bisa melebihi dukungan moral semacam itu?

*KESIMPULAN*

Ada banyak gambaran fakta, yang menunjukkan betapa dekatnya Anda dengan
target Anda, jika Anda bisa meningkatkan rasa percaya diri Anda ke tingkatan
yang lebih baik. Dari rasa percaya diri yang tradisional, alamiah atau
bahkan primitif, atau sambil lalu, menjadi rasa percaya diri yang integral
dan holistik. Menjadi rasa percaya diri yang telah menjadi bagian dari
keseluruhan diri Anda. Menjadi rasa percaya diri yang telah menjadi
conceptual framework bagi Anda. Menjadi rasa percaya diri yang telah menjadi
paradigma.

Pintunya, adalah percaya diri dalam berkomunikasi.

“Ikhwan Sopa”
Diambil dari Milis TaManBinTaNG, Message # 2841.
——————–

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Iklan

8 Responses to “Percaya Diri ?”

  1. Maharienay Says:

    Nama Magda dan sering membuat orang bertanya tentang agamaku (muslim atau non muslim)….? Pada hal aku terlihat dari orang tua yang Mulim tulen, tapi penampilan dan namaku membuat orang tidak terkesan sampai sekarang dan membuat aku belum menemukan jodoh ?

    Apalah arti sebuah nama…..tapi kenyataan nama ini seakan tidak membawa keberuntungan bagiku dari karier maupun JODOH….

    Setiap orang yang mencalonkan untuk menjadi pasang hidupku selalu mundur teratur… padahal baru melihat penampilanku….. sehingga aku tidak percaya diri, apakah aku mampu bisa punya jodoh diusiaku yang semakin bertambah…….

    • Servo Clinic Says:

      Nama yang bagus, Magda

      Nama, agama, jodoh adalah tiga hal yang berbeda. Apapun yang menempel di diri Anda hari ini adalah keniscayaan (yang harus ada) dan sifatnya netral, selanjutnya yang memberi “makna” adalah diri Anda, kemampuan Anda dan keyakinan Anda.

      Saat Anda berjilbab, nama Magda justru terdengar indah dan tidak ada lagi yang menganggap Anda non muslim.

      Berhentilah mengeluh dan mulailah merebut “kendali” hidup Anda !

      Sekalipun Anda berganti nama dan agama 100 kali, tidak ada seorangpun yang berani menjamin Anda akan mendapatkan jodoh karena jodoh, kematian, musibah, pikiran orang lain dsb. memang “diluar” zona kendali kita. Untuk itu minta dan serahkan ke Tuhan.

      Tingkatkan semua hal yang memang dalam wilayah / zona kendali Anda seperti pergaulan Anda, minta tolong teman, ikut pengajian, ikut pelatihan, aktif di organisasi / komunitas dsb. Bantu keluarga Anda, teman Anda dan orang lain. Semoga berkahnya kembali ke Anda.

      Jika tidak terbantu juga, agar Anda “nyaman” dengan apapun keadaan diri Anda, sebaiknya diterapi.

  2. April Says:

    Dear pak,

    Saya gadis berusia 25 tahun.

    Saya memiliki masalah yang cukup serius bagi saya,karena hal ini mengakibatkan kehidupan saya selama ini kurang percaya diri.

    Saya adalah orang yang tidak mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Saya selalu bergantung pada orang lain.

    Di dalam keluarga, saya merasa kurang penting dan dalam pergaulan di luar rumah pun juga saya rasakan hal yang sama.

    Kuliah saya juga berantakan, semakin lama semakin merosot nilainya. Saya tidak mampu menentukan cita-cita. Saya tidak mampu memanage waktu.

    Saya sampai bingung jika memikirkan masa depan saya akan seperti apa, apalagi dengan kondisi usia saya sekarang.

    Saya mohon bantuan Pak.

  3. hadi Says:

    Dear…

    Saya pria 25 th, baru menikah tapi masih pisah dengan istri karena pekerjaan.

    Masalah terbesar saya adalah saya selalu menunda-nunda pekerjaan saya dan saya susah sekali memotivasi diri saya untuk memulai sesuatu. Kalo orang bilang musti di pecut dulu…hiks2… Dan itu berbuntut pada susahnya saya membuat rencana2 untuk masa depan saya dan keluarga.

    Mohon bimbingannya tengkyu.

    • Servo Clinic Says:

      Bung Hadi yang baru Menikah.

      Dalam keadaan “normal” kiita memiliki peluang yang lebih besar dalam menentukan pilihan positif. Misal lebih suka bekerja daripada nganggur, lebih suka tumbuh daripada uzur dsb.

      Namun “kebiasaan” bersikap yang salah yang membuat kita bertindak sebaliknya apalagi jika hal tersebut disebabkan oleh pengalaman buruk kita di masa lalu.

      Jika mungkin, singkirkan hal-hal yang dapat membuat perhatian Bung Hadi terpecah seperti pisah keluarga. Bicarakan hal tersebut dengan Istri Anda.

      Mulailah dari sekarang memutuskan untuk berubah. Namun jika dirasa sulit…. mintalah bantuan profesional…. Kemungkinan telah terbentuk hambatan psikis (mental block) dalam diri kita.

  4. Hidayat Says:

    Dear..

    Ada teman saya bertanya kepada saya.. dan saya harus menjawab pertanyaan itu..

    Berhubung saya kurang percaya diri untuk menjawab…itu di ragukan kebenarannya maka saya ingin orang yang profesional yang menjawabnya, supaya teman saya mendapat jawaban yang memuaskan (teman saya bernama Se**) begini pertanyaannya :

    1. Knp kadang orang itu merasa sendiri…. ?
    2. Knp merasa gugup padahal ia bisa melakukannya ?
    3. Knp orang merasa takut padahal di sampingnya ada seorang teman ?
    4. Knp hati selalu sedih ketika banyak orang yang menyelimuti

    Mohon jawaban bapak semoga bisa membantu teman saya. Terima kasih. (bisa di email nggak jawabannya).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s