Konsep Diri ?

Konsep Diri adalah tentang apa saja yang kita “fikirkan” dan kita “rasakan” tentang diri kita.

Pada saat kita berfikir tentang “Citra Diri” kita, berarti kita sedang memikirkan diri kita. Contoh :

  • Saya seorang profesional atau seorang penyabar atau suka menolong. Berarti kita memiliki citra diri yang “positif” tentang diri kita.
  • Saya seorang pemarah atau seorang yang gagal atau seorang yang kotor. Berarti kita memiliki citra diri yang “negatif” tentang diri kita.

Tetapi pada saat yang bersamaan (simultan), kita juga memiliki “Harga Diri” atau apa yang kita rasakan tentang diri kita. Apakah kita merasa nyaman ataukah gelisah dengan “Citra Diri” yang kita pilih tersebut ? Contoh :

  • Saya nyaman dengan citra diri positif atau citra diri negatif saya.
  • Saya tidak nyaman dengan citra diri positif atau citra diri negatif saya.

Sehingga terdapat 4 kemungkinan yang terjadi, yaitu :

  • Saya seorang penyabar (citra diri positif) dan saya menyukainya (harga diri yang baik). Kita akan termasuk pada kelompok orang yang “BAHAGIA”
  • Saya seorang yang berprasangka baik pada teman (citra diri positif), akan tetapi mengapa teman baik saya menyalah gunakan kepercayaan saya (merasa tidak nyaman / harga diri yang buruk) ? Kita mulai “marah” pada pilihan mental “berprasangka baik” tersebut. Kita akan masuk pada kelompok orang yang “MEMBENCI DIRI SENDIRI”
  • Saya seorang pemarah (citra diri negatif), dan ternyata bawahan saya mau mengikuti perintah saya (merasa nyaman / harga diri yang baik). Kita mulai “menikmati” walaupun tau marah marah itu buruk. Kita akan masuk pada kelompok orang yang “APATIS”
  • Saya seorang yang pemarah (citra diri negatif) dan saya benci dengan sifat tersebut (merasa tidak nyaman / harga diri yang buruk). Kita akan masuk pada kelompok orang yang “SANGAT TIDAK BAHAGIA”.

Sebaiknya pilih yang “citra diri positif” dan “harga diri yang baik”. Niscaya kita termasuk kelompok yang bahagia.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

47 respons untuk ‘Konsep Diri ?

  1. Mas Isywara saya mau tanya nih,

    1. Biasanya proses pencarian JatiDiri itu berapa tahun kah..?
    2. Sejak 2,5 tahun belakangan ini sifat saya seperti terkekang oleh sesuatu yang berlainan dengan sifat saya yang lain, kenapa ya pak..?
    3. Bagaimana menyiasatinya agar saya dapat menjadi diri sendiri “Be Our Self”…?

    Sekian pertanyaan dari saya. saya sangat mengharapkan pencerahan dari Mas Isywara, Terimakasih.

    Salam’
    Achmed

    • Bung Fist yang lagi mencari Jati Diri

      Proses pencarian jati diri dapat berlangsung seumur hidup.

      Namun proses yang paling dinamis terjadi pada usia 15-25 tahun atau periode pubertas.

      Yang penting harus mengikuti siklus tumbuh yaitu :

      1. Dimulai dengan menetapkan tujuan / target. Jika tujuan / target tercapai, syukuri dan kemudian tetapkan tujuan ataupun target baru.

      2. Namun jika belum tercapai, bersabar, kemudian ambil hikmah (evaluasi), ikhtiar apakah belajar, bertanya, training dsb., lalu “ubah cara” dan akhirnya action kembali. Jika belum juga tercapai ulangi siklus 2 sampai tercapai.

      3. Jika siklus 2 sudah tercapai, ulangi siklus 1.

      Cara agar menjadi diri sendiri adalah mulailah menjadi “subjek” bukan “objek”, pengambil inisiatif bukan pengikut, posisi pemimpin bukan korban dsb.

  2. Halo………

    Saya mau tanya: faktor- faktor apa sajakah yang mempengaruhi konsep diri ?

    Salam
    Yustina Suhartini

    • Karakter dasar, pola asuh, pengaruh teman bermain / tokoh idola, bahan bacaan, pengalaman masa kecil dsb.

      Biasanya terbentuk secara alamiah (dengan sendirinya) dan tanpa disadari oleh ybs. Hal tersebut dapat berubah seiring dengan bertambahnya umur, pendidikan, wawasan berfikir, lingkungan pergaulan dsb.

      Sebaiknya konsep diri dikenalkan sejak dini dalam pola asuh keluarga dan pendidikan. Contoh : Diajarkan tentang pilihan pilihan mental seperti pilihan menghargai waktu atau membuang waktu, pilihan menjadi rajin atau menjadi malas dsb. sekaligus diajarkan “mengenal” / mengidentifikasi sensasi yang dirasakan misal rasa gelisah atau nyaman, rasa cemas atau ptimis, suka atau benci dsb.

      Konsep Diri yang negatif, dapat secara sadar diubah menjadi positif, hanya jika diinginkan ybs.

  3. Kalau boleh tanya, apa perbedaan dari percaya diri, konsep diri, citra diri, harga diri. Semuanya tentang diri, tapi apa yang membedakannya ?

    Aspek dan faktor penyebabnya ? Bingung juga jadinya, terkadang ketika membaca bersemangat tapi juga bertanya-tanya.

    Btw senang dah bergabung. Terima kasih.

    • Silahkan baca ulang artikel di atas lebih perlahan.

      Citra Diri apa yang kita “pikirkan” tentang diri kita.
      Harga Diri apa yang kita “rasakan” tentang diri kita.
      Konsep Diri adalah Citra Diri + Harga Diri.

      Contoh Konsep Diri : Saya sangat percaya diri (yang kita pikirkan) dan saya menyukainya (yang kita rasakan).

      Penyebabnya adalah “pilihan mental” yang kita pilih dan kemudian kita pupuk. Misal memilih jadi profesional atau pecundang, jadi orang yang tepat waktu atau minta dimaklumi, hidup sehat atau sakit, suka menolong atau peminta dsb.

    • Ada banyak definisi tentang “konsep diri” dan saat ini, saya suka yang versi Jallaluddin Rachmat, karena aplikatif.

      Dengan pemahaman tersebut sudah banyak klien kami yang “berubah” dari penerimaan diri negatif menjadi positif.

      Mungkin mbak Liza punya definisi ataupun pemahaman yang lebih baik, dengan senang hati saya ingin belajar dari mbak Liza.

      Terima kasih.

  4. Haloo

    Aku mau tanya bagaimana agar saya percaya diri dengan kekurangan yang saya miliki, karena saya seperti wanita dan sering di hina oleh teman2.

    • Realita kehidupan, ada banyak hal yang berada diluar zona kendali kita misal :

      – Derajat keturunan : kenapa cuma jadi anak petani, bukan anak jendral, kenapa orang tua cuma guru, bukan pengusaha
      – Kondisi fisik : wajah, keterbatasan fisik, sakit turunan
      – Musibah : kenapa orang tua bercerai, kenapa orang tua meninggal
      – dsb. termasuk jalan berfikir orang lain siapapun dia.

      Berfokuslah hanya pada apa yang berada dalam zona kendali kita seperti :

      – mengetahui kelebihan / keunggulan pribadi
      – meningkatkan kompetensi / keahlian
      – memilih teman yang konstruktif
      – bertanya, konsultasi, terapi
      – dsb.

  5. Bapak Isywara..

    Saya ingin bertanya, bagaimana cara memperbaiki Citra Diri + Harga Diri yang membuat saya menjadi termasuk golongan orang yang “SANGAT TIDAK BAHAGIA”

    Apa saya harus pergi ke dokter ? Apa hal ini termasuk penyakit kejiwaan ?

    Terima kasih.

    • Caranya : mulailah menyukai pilihan-pilihan mental yang positif. Misal : Suka pola hidup sehat, suka menolong, suka profesionalisme dsb.

      Dari pada “berusaha” menjadi bahagia lebih baik “suka menolong” orang lain. Dari pada “berusaha” berhenti merokok lebih baik “suka hidup sehat” .

      Jika cukup waktu, Mbak Nadia dapat menerapi diri sendiri dengan belajar tehnik pemrograman otak kanan. Namun jika dirasa sulit mbak Nadia dapat meminta bantuan profesional / terapis (jika perlu ganti sampai menemukan profesional/terapis yang tepat).

      Menurut pendapat pribadi, kegelisahan yang kita rasakan bukan merupakan “penyakit” jiwa melainkan sistem peringatan tubuh/ warning system (WS) yang sedang mengingatkan bahwa kita sedang berada pada “lorong mental” yang salah.

      Artinya selama kita masih bisa merasa gelisah berarti kita masih “normal”.

  6. Satu lagi

    Kalau ingin menilai konsep diri seseorang bagaimana ?

    Kalau bisa dalam bentuk angket jawabannya atau daftar pertanyaan untuk menentukan konsep diri seseorang !

    Terima kasih.

    • Konsep diri menjadi semacam blue print dari sikap yang akan kita pilih dalam merespon stimulus yang akan datang ataupun mengejar sesuatu yang kita inginkan.

      Misal : Pilihan untuk menghadapi atau lari dari tantangan yang datang. Atau jika “ilmu pengetahuan” sebagai sesuatu yang kita inginkan maka kita akan bersedia mengejarnya.

      Sedang hasil belajar merupakan akibat dari tindakan yang kita lakukan dan berfungsi sebagai indikator apakah cara yang kita pilih sudah benar.

      Jika cara yang kita lakukan sudah benar, biasanya hasil sesuai atau paling tidak mendekati hasil yang kita inginkan.

      Ada banyak definisi tentang Konsep Diri dan yang biasa saya pakai adalah konsep diri sebagai sebuah blue print sikap seseorang (apa yang saya pikirkan dan yang saya rasakan) sehingga menjadi sangat subjektif tergantung karakter, pengalaman, pendidikan dan lingkungan.

  7. Saya adalah seorang mahasiswa, akan melakukan penelitian tentang percaya diri hubungannya dengan prestasi belajar, tapi saya masih kesulitan dalam mendefinisikan rasa percaya diri, apakah ada kaitannya percaya diri dan konsep diri ?

    Tolong dijelaskan juga tentang percaya diri, dan kaitannya dengan prestasi belajar.

    Sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan banyak terima kasih.

    • Rasa percaya diri adalah perasaan positif, terkendali yang tumbuh akibat pengalaman positif sebelumnya dimana pencapaian hasil seperti yang diinginkan dan menimbulkan perasaan optimis / yakin dalam mengejar tujuan tujuan berikutnya.

      Hubungannya dengan konsep diri lebih ke harga diri yaitu tentang perasaan optimis / yakin terhadap kemampuan diri sendiri dalam mengejar tujuan ataupun mencapai hasil seperti yang diinginkan.

      Rasa percaya diri dapat meningkatkan prestasi belajar karena membentuk suatu keyakinan bahwa selalu ada solusi atas setiap persoalan dan menumbuhkan sikap sabar apabila hasil belum sesuai dengan yang diinginkan dan hal tsb. dipandang sebagai belum ditemukannya “cara” yang tepat.

  8. Saya seorang yang selalu negative namun sifat itu memberatkan pikiran saya.

    Saya ingin menjadikan diri saya mempunyai konsep diri yang baik.

    Bagaimana cara merubah konsep diri saya menjadi positif, sehingga hidup saya bisa jadi lebih bermakna dan saya ingin mengetahui kelemahan dan kelebihan saya, caranya seperti apa ya ?

    Terimakasih.

    • Mulailah dengan “memilih” konsep diri yang positif dan ijinkan konsep diri tsb. bekerja dalam diri kita.

      Caranya ?

      Batalkan konsep diri yang negatif dan biarkan konsep diri yang baru yang positif yang “bekerja” misal “Saya buang label “bodoh” yang saya tempelkan ataupun orang lain tempelkan ke-diri saya selama ini dan saya biarkan diri saya semakin lama semakin pintar”

      Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mulailah dengan mengakui kelebihan orang lain dan belajar dari kekurangan orang lain.

      Jika masih belum juga “bekerja”, sebaiknya di terapi !

  9. Saya mau tanya 2 hal :
    1. Bagaimana cara membuat konsep diri kita yang negatif menjadi positif ?
    2. Bagaimana cara membuat konep diri negatif pada diri orang lain menjadi positif ?

    • Sebelum diri sendiri ataupun orang lain “diyakinkan” bahwa konsep diri yang positf baik buat dirinya, hijab (hambatan psikis) harus dihilangkan terlebih dahulu.

      Seringkali yang menjadi persoalan bukan karena orangnya yang tidak ingin berubah, tetapi adanya “tali tali emosional” yang mengekang dirinya sehingga upaya berubah kembali gagal.

  10. Saya seorang gadis berusia 19 thn. sdh bekerja di sbuah perusahaan konsultan.

    terkadang saya percaya diri terkadang juga minder karna sy bisa dibilang paling muda diantara rekan-rekan kerja dan masih dianggap sangat childish.

    disamping itu, saya cukup minder karena insight saya sangat jauh dari senior2 saya. gimana ya caranya supaya konsep diri positif yg sudah kita tanamkan dalam pikiran bawah sadar kita tetap stabil dg kata lain tidak berubah2?

    Thanks.

    • Kalau merasa sulit berubah walau sudah berusaha berubah, sebaiknya diterapi, karena bukannya kita yang tidak mau berubah melainkan mental kita telah terbelit oleh “tali” emosional yang membuat kita sulit berubah.

    • Dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kondisi fisik yang kurang sempurna, pengalaman buruk di masa kecil, pola asuh yang keliru atau persepsi negatif tentang diri sendiri, dsb.

  11. Bagaimanakah cara kita melihat bahwa saya sudah mempunyai konsep diri yang positif ? Terimakasih.

    • Kita tau pilihan positif yang kita inginkan dan menyukainya. Contoh : Saya menyukai pekerjaan saya. Saya suka belajar. Saya selalu optimis. Saya selalu hadapi setiap persoalan dsb.

  12. Saya rendra 17 thn, kelas 2 SMA,

    Gimana menTerapi diri sendiri agar pandai berbicara, banyak berbicara, mudah bergaul, mudah membaur..

    Karena saya adalah seorang yg pendiam, saya kuper ga punya pergaulan selain di sekolah, dan di sekolah saya gak punya temen karena sifat aku yg pendiam, berteman juga alakadarnya saja, gak akrab, gak pernah ngobrol panjang lebar, sampai2 ortu aku nanya “knapa sih ga ada tmen skolah yg main kerumah”…

    Aku sangat tersiksa bgt dgn sifat pendiam ku ini, apa lagi kalau tmen skelas ku ngejek aku, di hadapan ku “ech kamu ribut aja, gak kaya si rendra tuh diem aja, kaya patung”.. Dan hal itu buat aku merasa terpuruk smakin pendiam…

    Saat saya di rumah , saya slalu bertekad (saya mrasa smangat) untuk gak jadi pendiam lagi jika di skolah, tapi bila tiba di skolah tetap aja saya pendiam.(smangat untuk merubah sifat memudar, yg ada sifat pendiam)

    tolong bantu problem aku, jelaskan mengapa?
    Dan bagaimana mengatasinya?
    Dan bagaimana menTERAPI diri sendiri agar bisa menghilangkan sifat pendiam?
    Coz jujur aja kalau terapi memerlukan duit, ongkos perjalananya pun saya ga punya, dan saya ga punya alasan tuk berpergian ke alamat servo, coz saya slalu di rumah pasti ortu akan nanyain…

    Bagaimana menTERAPI Diri sendiri agar tdk pendiam?

    Thanks servo

    • Rendra yang baik,

      Jika biaya terapi jadi kendala, saat ini sudah banyak buku yang berhubungan dengan tehnik pemrograman otak kanan seperti hipnoterapi, NLP dsb.

      Insya Allah, semakin rajin bung Rendra mempraktekkannya, semakin besar peluang berubah !

  13. saya ingin tanyakan bagaimana saya bisa membuat instruman tentang konsep diri anak dan bentuk- bentuknya seperti apa…???

    • Menurut saya pribadi, instrumen tentang konsep diri anak lebih ditentukan oleh seberapa baik pemahaman orang tua ataupun lingkungan tentang pengasuhan (parenting), karena konsep diri anak terbentuk melalui proses keteladanan ketimbang pemahaman (kognitif).

      Contoh : bagaimana orang tua dan lingkungan memberikan apresiasi saat seorang anak yang suaranya sumbang saat belajar menyanyi, dengan cara ikut menyanyi bersama, ketimbang mengeritik apalagi mentertawakannya.

  14. assalaamu’alaikum.. pak is…
    saya adalah pria usia 22 tahun, kerja sebagai karyawan…
    saya sangat senang bisa menemukan situs ini..
    lgsg saja ya pak… saya mempunyai banyak masalah.. hampir semua yang menjadi keluhan pasien di pertanyaan umum saya alami.. mulai dari malas, pelupa, pemarah, pendiam, lemah, dsb…
    tapi saya rasa akar dari permasalahan semua ini adalah tubuh, pikiran, dan hati saya yang lemah…
    saya malu sama teman2 saya karena sikap saya masih seperti anak2 padahal muka saya sudah kaya bapak2… ^^
    saya mencoba bersikap seperti orang dewasa tetapi tidak bisa…
    alhamdulillaah saya orangnya gak mau berbuat j$ahat n tidak merokok diskotik dsb… tetapi saya gak bisa bergaul apalagi dengan wanita dan saya lemah sebagai seorang pria ..
    dan masih banyak lagi sampai saya bingung mengutarakannya…
    saya pingin mencoba ke servo clinic di tangerang tapi pertama saya ingin mencoba komunikasi dengan bapak via ym dulu.. kalau boleh saya minta alamt ymsg nya pak..
    saya mohon sekali bantuannya bapak..

  15. nama saya ami, usia 20 tahun

    sudah hampir tiga bulan ini saya mengalami gangguan psikologis, ada beberapa hal yang mau saya rasakan :

    a) saya kehilangan kepekaan. tidak bisa merasakan senang atau sedih. muka saya datar saja.
    b) saya sering ketakutan berlebihan dan suka menanggapi omongan orang secara berlebihan. sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dibarengi dengan rasa malas dan hilang minat terhadap kegiatan.
    c) saya sering menangis sendiri namun beberapa menit kemudian bisa bahagia sekali.
    d) saya suka meminta nasehat ke banyak orang tapi tidak ada satu pun nasehat yang kena dihati saya dan saya pun susah untuk menjalankannya
    e) pembicaraan saya tidak konsisiten dan sering di ulang ulang
    f) gara-gara masalah ini saya akhirnya sakit maag berkepanjangan dan sudah bolak balik ke dokter namun hasilnya sama saja
    g)saya sudah berusaha berubah dengan memperbanyak ibadah, baca buku motivasi dan menceritakan pada orang tua saya. namun hasilnya sampai sekarang belum berhasil.

    tolong saya pak, karena sebelumnya saya tidak pernah mengalami gangguan psikologi sedrastis ini. kalaupun ada, sebelumnya saya masih bisa mengontrol diri. tapi kali ini saya sudah hampir putus asa.

    Terima kasih.

    • Mbak Ami yang berusaha berubah.

      Penjelasan tentang perasaan negatif yang dirasakan, mengindikasikan mbak Ami normal, hanya saja mbak Ami sedang berada pada arah yang salah (baca : cara yang salah) dalam merespon setiap persoalan yang datang sehingga pertumbuhan emosi yang seharusnya tumbuh seperti perasaan terkendali, optimis, positif, percaya diri dsb., berubah menjadi uzur.

      Sebaiknya di terapi !

  16. Aslm, saya Tia, 25thn,
    saya bertemu web ini ketika saya googling ttg cara menghilangkan rasa takut membawa kendaraan/amaxophobia. krna saya memiliki keinginan yg kuat untuk mahir berkendaraan, namun rasa takut saya jauh lebih kuat. saya tidak pernah mengalami kecelakaan/kejadian yg menyebabkan trauma. Setelah menelusuri web ini lebih jauh, saya sangat tertarik karena saya merasa sangat membutuhkan terapi ini karena saya juga memiliki masalah emosional yang sulit saya kendalikan. Saya sudah banyak membaca, mempelajari, dan mempraktekkan beberapa buku NLP, Mind Map, Mind Game, Graphotherapy, bahkan saya juga melakukan yoga. Namun, saya hanyalah good starter, dan jarang menyelesaikan apa yang saya rencanakan meskipun saya sudah menegaskan kepada diri saya bahwa saya harus berhasil berubah, setiap kali saya menemukan pengetahuan baru dari buku2 yg saya beli.
    saya ingin tau lebih jauh tentang sesi terapi via ym/telp krna saya tinggal di sumatera
    wslm, sebelumnya saya ucapkan terima kasih

  17. Assalamu’alaikum Pak Isywara sy sangat membutuhkan bimbingan bpk dan berharap bisa memberikan tips mengenai masalah yg sy hadapi. sy orangnya suka merasa tidak percaya diri yg berlebihan sampai gugup dan tubuh terasa dingin dan gemetaran ketika diharuskan tampil berbicara didepan sehingga apa yg mau disampaikan hilang begitu sj. padahal jika berbicara dlm percakapan biasa sy cenderung pandai dlm berucap. sy rasakan masalah sy ini semakin parah sj ketika usia sy semakin matang, oh ya Pak usia sy skrg sdh 41 thn. mhn bantuannya Pak. trimakasih

    • Perasaan tidak percaya diri saat tampil dimuka umum, kebanyakan lebih disebabkan oleh masalah “nyali” ketimbang keterampilan.

      Hal tersebut bisa disebabkan oleh pengalaman buruk di masa lalu sehingga menimbulkan trauma tampil di muka umum.

      Sebaiknya diterapi !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s