Polisi Tembak Polisi ?

Sungguh mengenaskan !

Wakil Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang, Ajun Komisaris Besar Lilik Purwanto tewas ditembak oleh anak buahnya sendiri Briptu Hance Christianto.

Kepala Polri Jenderal (Pol) Sutanto berjanji akan memperketat pemeriksaan psikologis bagi polisi yang memegang senjata api bahkan sejak awal perekrutan.

Namun Kapolri tidak menjawab secara tegas pertanyaan wartawan, apakah selama ini monitoring atau evaluasi psikologis terhadap polisi pemegang senjata telah dilakukan secara berkala ?.

Apabila prosedur tersebut sudah ada namun tidak berjalan atau malah belum pernah ditetapkan sama sekali maka hal tersebut merupakan kesalahan yang sangat fatal. Seharusnya penyerahan wewenang menggunakan senjata harus disertai uji kompetensi dan evaluasi kesehatan mental secara berkala. Sama halnya Pilot yang harus diuji kompetensi, kesehatan fisik dan mentalnya secara berkala merupakan syarat mutlak karena menyangkut nyawa orang lain.

Apalagi untuk lingkup tugas yang memiliki resiko yang tinggi, misal bagian reserse dan kriminal biasanya memiliki tingkat stress yang tinggi. Semakin singkat waktu yang tersedia untuk membuat keputusan yang cepat dan tepat semakin tinggi kecerdasan emosi (EQ) yang diperlukan. Sandy MacGregor dalam bukunya Piece of Mind mengatakan semakin singkat waktu yang tersedia untuk membuat keputusan semakin kecil nalar yang bekerja (12%).

Artinya dalam keadaan yang sangat ekstrim dan kritis maka “mekanisme sikap” yang bekerja hanya mengandalkan insting (88%). Disinilah “kualitas” pengalaman bawah sadar masa lalunya menjadi sangat menentukan. Jika pengalaman bawah sadarnya negatif, maka respon spontannya akan negatif demikian pula sebaliknya.

Untuk mencegah terulangnya peristiwa tersebut, hal mutlak yang harus dilakukan polisi sebagai institusi adalah “perbaikan sistem” mulai dari rekrutmen, pelatihan teknis dan monitoring kesehatan fisik dan mental secara berkala.

Sedang perbaikan terhadap polisi sebagai “individu” adalah menanamkan kesadaran bahwa “kompetensi” merupakan kebutuhan individu. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperbanyak penanaman nilai moral dan agama, pelatihan motivasi, pemrograman kecerdasan emosi (EQ) dsb.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s