Manajemen Tegang ?

Rasa tegang terhadap sesuatu yang kita inginkan “berbeda” dengan rasa tegang terhadap sesuatu yang tidak kita inginkan.

Seperti pada para pecinta “adrenalin” apakah sebagai penerjun payung, pembalap mobil ataupun pendaki gunung dsb. “menikmati” ketegangan sebagai sesuatu yang menyenangkan. Sebaliknya seorang yang kuliah dijurusan yang salah ataupun bekerja di bidang yang tidak disukai merasakan ketegangan sebagai sesuatu yang menyakitkan.

Sejalan dengan motivasi seseorang yaitu selalu mengejar sesuatu yang dia inginkan dan menghindar atas sesuatu yang tidak dia inginkan maka “stimuli yang diinginkan” dipersepsikan sebagai suatu “tantangan”, sementara pada “stimuli yang tidak diinginkan” biasanya dipersepsikan sebagai sebuah “ancaman”.

Munculnya rasa tegang yang menyenangkan misal optimisme ataupun rasa tegang yang menyakitkan misal cemas, sama sekali tidak berhubungan dengan kegagalan seseorang, melainkan berhubungan dengan “kebiasaan merespon dengan cara yang benar” atau “kebiasaan merespon dengan cara salah”. Hanya orang orang yang “menyerah” untuk menemukan cara respon yang benar lah yang benar benar gagal.

Seseorang merasa cemas karena selalu menggunakan cara yang salah dalam memecahkan persoalan. Dan seseorang yang selalu optimis telah menemukan cara yang benar untuk tumbuh.

Jadi tugas kita sebagai individu adalah “menemukan” cara respon setiap persoalan dengan cara yang benar dan membiasakannya.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s