Gangguan Fungsi Seks ?

Secara biologis, aktifitas seksual merupakan sarana manusia untuk memperoleh keturunan.

Secara emosional, aktifitas seksual diperlukan sebagai sarana katarsis (pelepas ketegangan) yang paling aman, nyaman dan gratis (tentunya jika dilakukan dengan pasangan sah) dalam menghadapi tekanan hidup yang semakin kompetitif.

Namun karena ritual seks melibatkan kedua belah pihak, maka problem psikis ataupun gangguan seks disalah satu pihak ataupun keduanya, beresiko mengganggu kehidupan seks pasangannya. Jika hal tersebut tidak segera diatasi, dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Disfungsi seksual itu sendiri merupakan kondisi di mana fungsi seksual dalam tubuh seseorang sudah mulai melemah. Kondisi itu dapat terjadi pada usia muda ataupun lanjut tergantung kondisi fisik dan mental yang bersangkutan.

Gangguan disfungsi seksual dapat terjadi pada pria maupun wanita dan penyebabnya :

  • dapat disebabkan oleh gangguan penyakit / fisik, seperti disfungsi seks yang disebabkan oleh penyakit diabetes mellitus, penyakit kelamin, penyakit otak, penyakit sumsum tulang, kurang gizi, menurunnya hormon (pada pria maupun wanita), penggunaan narkoba, obat penenang, penggunaan alkohol, rokok. Dapat juga disebabkan akibat operasi prostat pada pria, tumor atau kanker rahim pada wanita, akibat pembedahan indung telur dsb.
  • dapat disebabkan oleh problem psikis seperti problem kecemasan, fobia, histeria, obsesif-kompulsif, depresi mania, gangguan kepribadian atau psiko-seksual, dsb.
    • Pada pria seperti hasrat seks yang berkurang (hiposeksualitas), loyo atau tidak mampu ereksi (impotensia), ejakulasi diri, tidak dapat orgasme (anorgosmia). Khusus pada pria, sebelum dilakukan intervensi psikis, jika kasus lemah syahwat / impotensia disebabkan oleh penyakit disekitar organ vital ataupun diabetes, biasanya disarankan untuk diobati secara medis terlebih dahulu.
    • Sedangkan pada wanita, disfungsi seksual dapat berupa hasrat seks yang berkurang (hiposeksualitas), dingin terhadap seks atau tidak bergairah sama sekali (frigiditas), takut / jijik berhubungan seks (fobio seksualis), nyeri saat berhubungan (disparuenia), tidak dapat orgasme, takut ditolak pasangannya, gangguan masa haid / keluhan nyeri haid.

Adapun ruang lingkup terapi Servo, lebih kepada gangguan fungsi seks yang disebabkan oleh hambatan psikis.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s