Universitas Pengangguran ?

Kompas, 22 September 2006, halaman 6, mengangkat topik mengenai “Penganggur Lulusan Universitas”.

Laju peningkatan jumlah penganggur lulusan perguruan tinggi 22,73 persen pertahun. Lulusan SLTP dan SLTA 14,97 persen, lulusan SD dan putus sekolah 29,70 persen.

Rendahnya tingkat penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi menyebabkan “pemborosan” biaya pendidikan. Belum lagi beban sosial yang harus ditanggung, seharusnya lulusan universitas dapat diharapkan sebagai bagian dari solusi tetapi justru menjadi bagian dari masalah.

Terjadinya “brain drain” akibat hengkangnya putra putri terbaik semakin memperkecil peluang Indonesia keluar dari krisis lebih cepat.

Harapan lulusan perguruan tinggi dapat sebagai pembuka lapangan pekerjaan sepertinya jauh panggang dari api. Karena entrepreneurship yang sangat tergantung pada “ketahanan mental” pelaku ekonomi tidak dipelajari di perguruan tinggi, kecuali di Universitas Kehidupan.

Kiranya perlu dipikirkan ilmu manajemen diri, manajemen berpikir ataupun manajemen prestasi dimasukkan sebagai bagian dari kurikulum perguruan tinggi. Sehingga lulus perguruan tinggi tidak cuma punya mental pencari kerja tetapi juga mental pembuka lapangan pekerjaan.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s