Penyalahgunaan obat obatan ?

18/09/2007

Di Amerika, kebutuhan akan “rasa nyaman” membebani warga negara hingga ratusan miliar dolar per tahun serta telah membunuh 500.000 orang pertahunnya.

Ternyata penyalah gunaan substansi yaitu senyawa kimia atau obat obatan seperti alkohol, kokain dan heroin yang dicerna untuk mengubah suasana perasaan atau perilaku menjadi representasi ketidak mampuan seseorang dalam mengatasi persoalan hidupnya.

Diduga lebih dari 8% populasi merupakan penggunaan obat obatan ilegal (Substance Abuse and Mental Health Service Administration 2003b).

Definisi penyalah gunaan substansi dalam arti luas meliputi penyalah gunaan obat obatan seperti alkohol, kokain, heroin, nikotin yang terdapat dalam tembakau, kafein yang terkandung dalam kopi, minuman ringan dan coklat.

Kapan suatu tindakan penggunaan substansi sudah dapat dikatakan sebagai penyalah gunaan ?

DSM-IV-TR (American Psychological Association, 2000a) mendefinisikan penyalah gunaan substansi sebagai seberapa jauh penggunaan substansi dapat mengganggu kehidupan seseorang.

Bila penggunaan substansi tsb. membuat pendidikan, pekerjaan atau hubungan Anda dengan orang lain menjadi terganggu dan membuat Anda berada pada situasi yang berbahaya secara fisiologis (misal mengemudi) dan bila Anda menghadapi masalah yang terkait dengan hukum karenanya maka Anda dianggap sebagai penyalah guna obat.

Sedang “ketergantungan” substansi didiskripsikan sebagai “kecanduan”.

Franklin dan Frances (1999) mendefinisikan ketergantungan substansi bila seseorang tergantung secara psikologis pada substansi, membutuhkan lebih banyak lagi substansi untuk mendapatkan efek yang sama (toleransi) dan fisiknya akan merespons secara negatif ketika substansi tsb. tidak lagi digunakan (withdrawal).

DSM-IV-TR mendefinisikan ketergantungan substansi sebagai kombinasi dengan berbagai aspek fisiologis toleransi dan withdrawal dengan aspek aspek perilaku dan psikologis (American Psychological Association, 2000a).

Sumber : V. Mark Durand and David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006

Siapa yang mengalami juga ? KLIK > http://servoclinic.com/kesaksian/

Catatan : Pelaku penyalah gunaan substansi ataupun ketergantungan substansi harus difahami sebagai subjek yang perlu “dibantu” misal melalui terapi / rehabilitasi karena mereka pada umumnya adalah korban ketidak berdayaan atau tidak mengetahui “cara” untuk keluar dari ketergantungan tsb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s