Gangguan Nyeri Seksual ?

Gangguan nyeri seksual adalah nyeri genital yang berulang kali terjadi yang dialami oleh laki laki maupun perempuan sebelum, selama atau setelah hubungan seksual.

Bagi sebagian laki laki dan perempuan, nafsu seksualnya ada dan fase keterangsangan serta orgasme dicapai dengan mudah, tetapi nyeri ketika berhubungan seksual begitu menyakitkan sehingga perilaku seksual terganggu.

Subtipe gangguan nyeri seksual ini disebut dispareunia (dyspareunia) yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti unhappily mated as bedfellows (Wincze dan Carey, 2001). Hal ini jelas bukan nama yang tepat dan deskriptif untuk keadaan ini, tetapi istilah ini telah digunakan selama berpuluh puluh tahun dan diterima secara luas. Dispareunia didiagnosis hanya bila tidak ada alasan medis yang dapat ditemukan untuk rasa sakitnya.

Dispareunia jarang dijumpai di klinik klinik. Estimasinya hanya berkisar antara 1% sampai 5% di antara laki laki (Bancroft, 1989; Spector dan Carey, 1990) dan lebih sering terjadi pada perempuan, yaitu 10% sampai 15% dari seluruh perempuan (Hawton, 1995; Rosen dan Leiblum, 1995).

Glant, Zinner dan McCormack (1990) melaporkan bahwa banyak perempuan kadang kadang mengalami nyeri selama berhubungan seksual, tetapi mampu mengatasinya atau tidak cukup berat sehingga mendorongnya untuk berusaha mendapatkan penanganan.

Masalah yang lebih sering terjadi adalah vaginismus, dimana otot otot pelvis di sepertiga luar vagina mengalami spasme (kejang urat) diluar kehendak saat berusaha melakukan hubungan seksual (Bancroft, 1997; Leiblum, 2000).

Reaksi spasme vaginismus dapat terjadi selama usaha penetrasi apapun, termasuk pemeriksaan ginekologis atau pada saat memasukkan tampon (Beck, 1993).

Perempuan melaporkan sensasi teriris, terbakar atau tersobek pada waktu mencoba berhubungan seks (Beck, 1993, hlm. 384).

Ciri ciri Gangguan Nyeri Seksual menurut DSM-IV-TR :

Ciri ciri dispareunia meliputi :

  • Nyeri genital yang terkait dengan hubungan seksual baik pada laki laki maupun perempuan yang persisten atau berulang kali terjadi
  • Stres (distress) yang signifikan atau kesulitan hubungan antar personal karena ketidak mampuan ini
  • Nyeri itu tidak disebabkan secara eksklusif oleh vaginismus atau kekurangan lubrikasi dan bukan menjadi bagian yang lebih menjadi penentu bagi gangguan lain (misalnya : gangguan suasana perasaan, kecemasan, kognitif) dan bukan disebabkan karena efek efek fisiologis obat atau penyalahgunaan obat.

Ciri ciri vaginismus meliputi :

  • Spasme (kejang urat) pada otot otot di sepertiga luar vagina, yang terjadi diluar kehendak, yang mengganggu hubungan seksual dan keadaan ini bersifat persisten atau berulang kali terjadi
  • Stres (distress) yang signifikan atau kesulitan hubungan antar personal karena spasme ini
  • Spasme itu tidak disebabkan oleh gangguan lain (misalnya gangguan somatisasi) dan bukan disebabkan secara eksklusif oleh efek efek kondisi medis secara umum.

Sumber : V. Mark Durand & David H. Barlow, Psikologi Abnormal, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s