Tanpa Perasaan ?

Gary telah membuat kesal tunangannya, Ellen, karena meskipun ia cerdas, tajam pola pikirnya dan ahli bedah yang berhasil; secara emosional Gary bersifat dingin, sama sekali tidak tanggap akan setiap dan semua ungkapan perasaan.

Meskipun Gary dapat berbicara dengan pintarnya tentang sains dan seni, tetapi bila menyangkut perasaan-bahkan perasaannya terhadap Ellen-ia menjadi diam seribu bahasa. Meskipun Ellen berusaha keras untuk membangkitkan emosinya. Gary tetap bersikap pasif, tidak hirau.

“Tidak mudah bagi saya untuk mengungkapkan perasaan, “kata Gary kepada ahli terapi yang dikunjunginya atas desakan Ellen. Perihal kehidupan emosional, Gary menambahkan, “Saya tidak tahu apa yang harus dibicarakan; perasaan saya datar datar saja, baik yang positif atau yang negatif.”

Ellen tidaklah sendirian atas kekecewaannya akibat dinginnya perasaan Gary; seperti yang diungkapkan Gary kepada ahli terapinya, ia tidak mampu berbicara secara terbuka tentang perasaan perasaannya dengan siapapun juga dalam hidupnya. Alasannya, ia memang tidak mengetahui apa yang mesti dirasakan. Paling paling, seperti yang dikatakannya, ia tidak bisa marah, sedih maupun gembira.

Sumber : Hillel I. Swiller, Alexithymia, International Journal for Group Psychotherapy 38, 1 (1988).

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s