Kritik yang Bijaksana ?

Kritik yang bijaksana difokuskan pada apa yang telah dilakukan dan dapat dilakukan oleh seseorang, bukannya menyudutkan ciri karakternya untuk pekerjaan yang tidak dilakukan dengan baik.

Sebagaimana diamati Larson, “Serangan terhadap karakter-menyebut seseorang tolol atau tidak kompeten-tidak kena pada sasarannya. Anda akan membuatnya langsung bersikap defensif, sehingga ia tidak lagi mau menerima apa apa yang mestinya Anda sampaikan kepadanya bagaimana cara melakukan tugas dengan lebih baik.” Nasihat itu persis sama dengan nasihat bagi pasangan suami istri dalam mengutarakan keluhan keluhannya.

Dan dalam sisi motivasi, apabila orang yakin bahwa kegagalannya disebabkan oleh kekurangan dalam dirinya yang tak mungkin diubah, mereka akan kehilangan harapan dan berhenti berusaha.

Keyakinan dasar yang menuntun pada optimisme, hendaknya diingat, adalah bahwa kemunduran atau kegagalan disebabkan oleh kondisi lingkungan yang dapat kita ubah untuk menjadi lebih baik.

Sumber : Daniel Goleman, Kecerdasan Emosional, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s