Emosi dan Kekebalan Tubuh ?

Beberapa petunjuk paling kuat bagi jalur fisik langsung yang memungkinkan emosi mempengaruhi sistem kekebalan ditemukan oleh David Felten, seorang rekan Ader.

Mula mula, Felten mengamati bahwa emosi berpengaruh dahsyat terhadap sistem saraf autonom, yang mengatur segala macam, mulai dari jumlah insulin yang dikeluarkan tubuh sampai tingginya tingkat tekanan darah. Felten yang bekerja dengan istrinya Suzanne dan kolega kolega lainnya kemudian mendeteksi titik temu dimana sistem saraf autonom langsung berhubungan dengan limfosit dan makrofagus, yaitu sel sel sistem kekebalan (David Felten, et al.).

Dengan menggunakan mikroskop elektron, mereka menemukan hubungan mirip sinaps di mana ujung ujung terminal terminal saraf sistem autonom bersentuhan langsung dengan sel sel kekebalan ini. Titik temu fisik ini memungkinkan sel sel saraf untuk melepaskan neurotransmiter neruotransmiter untuk mengatur sel kekebalan; bahkan mereka memberi isyarat bolak balik. Penemuan ini betul betul revolusioner. Tak seorangpun menduga bahwa sel sel kekebalan dapat menjadi sasaran pesan pesan dari saraf.

Jalur penting lain yang menghubungkan emosi dengan sistem kekebalan adalah melalui pengaruh hormon yang dilepaskan apabila mengalami stres. Katekolamin (epinefrin dan norepinefrin-yang juga dikenal sebagai adrenalin dan noradrenalin), kortisol, prolaktin serta candu candu alamiah yaitu beta endorfin dan enkefalin semuanya dilepaskan selama terjadi rangsangan stres. Masing masing mempunyai pengaruh kuat terhadap sel kekebalan.

Meskipun hubungan itu rumit, pengaruh utamanya adalah ketika hormon hormon ini menyebar ke seluruh tubuh, fungsi sel kekebalan dihambat: stres menekan perlawanan sistem kekebalan, sekurang kurangnya untuk sementara, mungkin untuk menghemat energi yang diprioritaskan bagi keadaan darurat yang memerlukannya dengan segera, yang lebih mendesak untuk kelangsungan hidup. Tetapi apabila stres berlangsung terus menerus dan menghebat, penekanan itu dapat bersifat permanen (B.S. Rabin et al.).

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s