Luka Emosional ?

Petunjuk paling langsung bahwa pandangan pesimistik membuat anak sangat rawan terhadap depresi berasal dari penelitian selama lima tahun terhadap anak anak sejak mereka duduk di kelas tiga (Susan Nolen-Hoeksema et al.).

Pada anak yang lebih muda, pandangan pesimis disertai pukulan berat, seperti orang tua bercerai atau kematian anggota keluarga-yang menyebabkan anak marah, tidak tenteram dan barangkali orang tuanya tidak mampu memberikan dukungan yang mengarahkan-merupakan alat ramal paling kuat bahwa mereka akan mengalami depresi.

Sewaktu anak di sekolah dasar, ada perubahan mencolok dalam pemikirannya tentang peristiwa baik dan buruk dalam kehidupan. Anak semakin lama semakin banyak mengaitkan peristiwa tersebut dengan sifatnya sendiri: “Aku mendapat nilai bagus karena aku cerdas”; “Aku tidak punya banyak teman karena aku tidak pandai melucu.”

Perubahan ini agaknya berlangsung sedikit demi sedikit dari kelas tiga hingga kelas lima. Sewaktu perubahan ini berlangsung, anak yang mengembangkan sikap pesimis-mengaitkan kekurangan dalam kehidupannya dengan cacat berat tertentu dalam dirinya-menjadi mangsa suasana hati murung sebagai tanggapan atas kekurangannya.

Lebih lebih lagi, pengalaman depresi itu sendiri memperkuat pola pikir pesimis ini, sehingga bahkan setelah depresi lewat, anak tersebut mendapat “luka emosional”, serangkaian keyakinan yang ditorehkan oleh depresi dan dimatangkan diotaknya: bahwa ia tak mungkin berhasil di sekolah, mustahil dan tak dapat melakukan apapun untuk menghindari suasana murungnya sendiri.

Pikiran pikiran “mati” ini dapat membuat anak menjadi semakin rawan terhadap depresi lain yang akan dijumpainya nanti.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s