Cara Berpikir Salah ?

Niat pemerintah untuk memblokir situs situs seperti YouTube, Multiply, MySpace dll. menimbulkan keprihatinan yang sangat dalam.

Saya jadi teringat saat satu hari anak saya membawa Surat Edaran yang berasal dari sekolahnya yang melarang siswa membawa HP. Segera setelah saya melakukan investigasi, diperoleh informasi bahwa larangan tersebut muncul sebagai akibat adanya 3 siswa yang “ngrasani” sang guru melalui fasilitas chatting.

Sewaktu hal tersebut saya konfirmasikan ke kepala sekolah dengan beberapa alasan :

1. Bukankah HP hanyalah sebuah alat, sama-halnya seperti sepatu, apabila digunakan untuk melindungi kaki menjadi berguna, tetapi bila digunakan untuk melempar temannya menjadi alat yang berbahaya

2. Bukankah sebagai produk teknologi maka Televisi, HP, Internet adalah “netral” sehingga jika terjadi penyalah-gunaan justru pembelajaran tentang “cara” atau bagaimana seharusnya teknologi digunakan yang harus dikedepankan, bukan larangan dan bukankah memang itulah tujuan dari belajar yang sesungguhnya. Syukur gara gara akrab dengan teknologi, insan Indonesia dikemudian hari justru bermetamorfosa menjadi “penemu-penemu” teknologi berikutnya.

3. Alangkah tidak adilnya apabila gara gara 3 siswa yang melakukan kesalahan mengakibatkan 497 murid yang menggunakan HP secara bertanggung jawab harus turut menerima hukuman (diasumsikan : 50% dari 1000 siswa memiliki HP).

4. Melarang siswa membawa HP kesekolah sama artinya dengan tidak mempercayai bahwa siswa “dapat” menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dan hal tersebut menjadi kontraproduktif dengan tujuan pendidikan yang men “subjek” kan anak didik.

5. Bukankah mengajarkan tentang “cara” menggunakan teknologi dengan benar merupakan tanggung jawab dan bagian dari pendidikan itu sendiri ?

6. Dalam situasi saat ini yang terkadang mengharuskan suami istri bekerja maka HP merupakan sarana yang sangat efektif dalam meningkatkan kualitas komunikasi orang tua dan anak.

Namun dengan sangat menyesal argumen tersebut dimentahkan hanya dengan sebaris kalimat “sakti” bahwa hal tersebut sudah menjadi ketentuan dinas pendidikan.

Hmmmm sepertinya ada yang salah dengan cara berpikir pejabat kita ………..

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

2 pemikiran pada “Cara Berpikir Salah ?

  1. Artikel di atas yang juga di muat di milis SDMList sebuah forum diskusi SDM, memperoleh banyak respon dan berikut salah satu tanggapan dari bung Alex :

    Betul Mas, sangat setuju dan usulan saya untuk meningkatkan kecerdasan bangsa, mari kita
    bebaskan kepemilikan senjata api, dan kemana kita pergi kita bisa bawa clurit, pistol, M-16 dan AK-46
    biar gaya kayak orang-orang di IRAK wong, semua jenis tersebut kan tergantung pemegang senjata seperti logika Mas Isywara Mahendratto di bawah ini, saya setuju dengan jalan pikiran Mas..setuju..setuju…setuju….kita bisa bebas..bas..bas..mau ..ngapain bebas..bas..bas.

    Salam logika yang sederhana ini.

    cocok..cok..

    Beikut pula tanggapan kami :

    Apabila Anda menyimak tulisan kami yang kami pertanyakan adalah CARA berfikir pengambil kebijakan yang TIDAK DAPAT membedakan antara teknologi sebagai alat dan teknologi sebagai tujuan.

    Apa tujuan yang ingin dicapai dari sebuah peraturan ?

    Apakah larangan membawa HP dapat membuat siswa jadi rajin ke rumah ibadah ? Atau apakah gara gara penyalah gunaan internet oleh pemuja “LIBIDO” berarti internet yang “BERDOSA”.

    Bukankah saat ini Andapun masih merasakan “manisnya” internet, minimal ber “milis” ria dan sepertinya Andapun ber HP ria.

    Kalau kemudian HP Anda analogikan seperti senjata, menurut saya hal tersebut tidak tepat, karena HP tidak termasuk benda / bahan berbahaya seperti senjata, obat obatan tertentu yang penggunaannya harus diatur secara ketat dan hanya boleh digunakan oleh petugas yang kompeten dan memiliki wewenang.

    Logika Anda menyamakan HP dengan Senjata memang terlalu “sederhana”.

  2. Saya setuju dengan Pak Isywara, karena toh walau bukan di sekolahpun HP itu digunakan, tinggal pengarahan bagaimana dan dimana tentang penggunaannya saja yang di fokuskan, dan bagaimana pendidikan moral bagi penggunanya. Media komunikasi apapun atau segala alat apapun dapat digunakan utk hal yang negatif, semua itu tinggal “HOW TO USE IT AND WHERE CAN IT BE USE !”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s