Mekanisme Kerja Rasa Takut ? #2

06/05/2008

Arsitektur luar biasa amigdala sebagai sistem tanda bahaya pusat untuk otak menjadi jelas dalam momen ketakutan dan kecemasan hebat.

Beberapa berkas neuron dalam amigdala masing masing mempunyai serangkaian tertentu tonjolan tonjolan dengan reseptor reseptor yang disiagakan untuk berbagai macam neurotransmitter, sesuatu mirip perusahaan perusahaan alarm rumah tangga di mana para operator siap siaga untuk mengirimkan panggilan panggilan telepon kepada jawatan pemadam kebakaran setempat, polisi dan tetangga kapan saja sistem keamanan rumah mengeluarkan isyarat tanda bahaya.

Berbagai macam bagian amigdala menerima informasi yang berlainan. Di inti samping amigdala diterima tonjolan tonjolan dari talamus dan korteks penglihatan serta pendengaran. Bau bauan, melalui bonggol olfaktori, sampai ke wilayah kortikomedial amigdala dan pengecapan serta pesan pesan dari usus menuju wilayah pusat. Isyarat isyarat yang datang ini membuat amigdala menjadi penjaga terus menerus yang menyaring setiap pengalaman indrawi.

Dari amigdala, tonjolan tonjolan itu menyebar ke setiap bagian otak yang penting. Dari wilayah pusat dan median, sebuah cabang mengarah ke wilayah wilayah hipotalamus yang mengeluarkan zat respon darurat tubuh, yaitu CRH (corticotropin releasing hormone, hormon pelepas kortikotropin) yang memobilisasi reaksi bertempur atau kabur melalui rangkaian aliran hormon hormon lain.

Wilaya basal amigdala mengirimkan cabang cabang ke korpus striatum, menyambung ke sistem otak yang mengatur gerakan. Dan melalui nukleus pusat di dekatnya, amigdala mengirimkan isyarat isyarat ke sistem saraf autonom melalui medula, menghidupkan respon yang menyebar luas dalam sistem jantung dan peredaran darah, otot dan usus.

Dari wilayah basolateral amigdala, lengan lengan menuju korteks singulata dan ke serabut serabut yang dikenal sebagai “abu abu pusat”, yaitu sel sel yang mengatur otot otot besar kerangka tubuh. Sel sel inilah yang membuat seekor anjing menyalak atau membuat punggung seekor kucing melengkung sewaktu mengancam pelanggar wilayahnya.

Pada manusia, sierkuit sirkuit yang sama ini menegangkan otot otot tali suara, seraya menciptakan bunyi ketakutan yang bernada tinggi.

Sumber : Kecerdasan Emosional, Daniel Goleman, 1996.

Ingin bebas takut? KLIK > https://servo.clinic/kesaksian/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s