Bersikap Tegas dan Bijaksana ?

Tetap tegas, tetapi lakukan dengan penuh rasa hormat. Misalnya : Ellie, seorang senior di sekolah swasta favorit, sedang membuat rencana untuk menghabiskan akhir minggu bersama beberapa orang temannya.

Pada awal tahun ajaran, Ellie dan orang tuanya membuat daftar universitas yang ia minati. Tengat waktu untuk pendaftaran adalah minggu depan dan selama ini Ellie selalu menunda nunda; masih ada tiga formulir yang belum diserahkan.

Ayah Ellie memikirkan ini saat Ellie berbicara dengannya mengenai rencana akhir minggunya di rumah seorang teman. Bukannya menyerang putrinya dengan berteriak teriak, “Lupakan saja tentang akhir minggu itu. Kau tidak akan pergi ke mana mana hingga semua formulir itu diisi !”

Ayahnya hanya berkomentar, “Ayah lihat kau belum menyelesaikan formulir pendaftaran ke Vassar, Smith dan Yale. Ayah pikir kau akan merasa sangat menyesal jika kau membiarkannya terlewatkan.

Jika kau menghabiskan hari Jum’at malam bersama teman temanmu lalu pulang pada hari Sabtu sore dan mengerjakannya, Ayah pikir kita akan memiliki waktu untuk menyelesaikan formulir formulir itu sebelum hari Minggu malam.

Jika kau ingin Ayah membantumu, dengan senang hati akan Ayah lakukan.”

Cara ini tidak provokatif, hanya suatu pengamatan yang wajar dan penawaran bantuan. Jika putri Anda bereaksi dengan marah, mungkin ada masalah masalah lain.

Si ayah bisa mengorek ini dan mengawali diskusi mengenainya.

Sumber : Bagaimana Cara Membuat Anak Remaja Anda Terhindar dari Masalah dan Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Usaha itu Gagal, Dr. Neil I. Bernstein, 2006.

Ingin cepat berubah? KLIK > https://servo.clinic/alamat/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s